Bos Persis Solo Ajak Suporter Boikot Pertandingan Timnas Indonesia

Vijaya Fitriyasa - Instagram
03 November 2019 20:07 WIB Ivan Andimuhtarom Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—Sebuah video yang menunjukkan bos Persis Solo, Vijaya Fitriyasa, berorasi mengajak suporter memboikot pertandingan Timnas Indonesia viral di media sosial.

“Saya pengen para suporter untuk bersatu menunjukkan bahwa kita solid. Kalau perlu kita boikot PSSI. Boikot? Sampai PSSI ada perubahan, kita enggak usah nonton bola. Tidak usah nonton timnas saja. Klub masing –masing kita dukung, tapi timnas kita boikot selama PSSI tidak mau melakukan perubahan,” ujar pemilik 70 persen saham di PT Persis Solo Saestu (PSS) tersebut dalam video yang beredar sejak Sabtu (2/11/2019) tersebut.

Video itu diduga diambil saat Vijaya dan lima calon ketua umum (caketum) PSSI lainnya menemui puluhan suporter yang menggelar demo di luar lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Vijaya, saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, sudah menjelaskan orasinya dilakukan menanggapi aksi suporter yang berdemo. “Kalau misalnya PSSI enggak bisa menerima masukan suporter, ya boikot saja. Suara suporter tidak pernah didengar kok,” ujarnya.

Video yang sudah viral itu mendapat reaksi negatif dari mantan Wakil Presiden Pasoepati sekaligus Pembina Pasoepati, Ginda Ferachtriawan. Ia menyayangkan ajakan boikot laga timnas yang disampaikan Vijaya.

“Itu bukan gaya Solo,” ujarnya melalui sambungan telepon, Minggu (3/11).

Menurutnya, KLB PSSI berjalan dengan lancar. Bahkan, Presiden FIFA telah memberikan ucapan selamat kepada Presiden Joko Widodo atas lancarnya kongres tersebut. Selain itu, dalam voting, Mochamad Iriawan, jelas-jelas mendapatkan suara mayoritas dengan 82 suara dari total 86 pemilik suara.

“Saya harus mengucapkan selamat kepala Pak Iriawan. Kongres sudah selesai, tinggal janji-janji beliau  ke depan harus dibuktikan dan jadi skala prioritas,” tutur politikus PDIP Solo tersebut.

Maka, ia menilai tidak sepantasnya Vijaya memberikan komentar negatif semacam itu kepada PSSI. Ia sebagai orang Solo sekaligus suporter merasa malu.

“Harusnya kalau tidak terima hasil kongres, dia [Vijaya] menyampaikan dengan alasan yang jelas dengan jalur yang tepat seperti banding atau bagaimana. Namanya pemilihan ya harus fair play. Pernyataan Vijaya yang mewakili Persis itu menjadi semacam kontradiksi dengan sikap wong Solo. Saya kecewa,” papar dia.

Lebih lanjut, suporter memang harus kritis. Tetapi, mereka harus memahami batasan dari status sebagai suporter.

“Memboikot timnas jelas bukan langkah  yang baik untuk kemajuan sepak bola Indonesia,” tutupnya.

Sumber : JIBI/Solopos