Wajah Baru Diprediksi Sulit Bersaing Menuju Kursi Ketua Umum PSSI

Sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat ketua umum PSSI dalam Kongres PSSI yang akan berlangsung mulai Sabtu (2/11/2019). - Antara/Wahyu Putro A
02 November 2019 06:37 WIB Stefanus Arief Setiaji Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — PSSI akan menggelar Kongres dengan agenda pemilihan ketua umum dan jabatan-jabatan di lingkup federasi sepak bola nasional.

Kongres yang akan dimulai pada Sabtu (2/11/2019) ini diwarnai dengan sejumlah cerita terkait dengan dugaan  yang mengarahkan untuk pemenangan satu di antara calon ketua umum hingga cerita soal salah satu calon ketua umum PSSI.

Salah satu calon ketua umum Vijaya Fitriyasa, bahkan mengaku bersedia memberikan dukungannya kepada Mochamad Iriawan, mantan Kapolda Metro Jaya. Dukungan Vijaya dikarenakan Iriawan bersedia  mendepak orang-orang lama di organisasi Olahraga terbesar dan terpopuler itu.

Tommy Welly, pengamat sepakbola senior melalui keterangan resminya menyatakan, apapun pengakuan Vijaya, dia adalah sosok baru di PSSI.

"Sebagus apa pun Vijaya, dengan ekosistem sepakbola yang seperti sekarang akan sangat sulit bagi siapa pun yang kategori wajah baru di pentas PSSI saat memasuki arena pertarungan Kongres PSSI itu sendiri," kata Tommy Welly yang akrab disapa Towel ini.

Menurut Towel, tentu saja bukan soal ide atau gagasan perubahan yang bakal diusung, tapi bagaimana sosok Vijaya bisa diterima dulu di kalangan voters, tentu ini yang sama sekali tak mudah.

"Mayoritas karakter voters yang masih berpikir dengan pola pikir lama, misalnya wani piro dan lain sebagainya," kata Tommy yang lantas menyatakan kalau sosok Vijaya yang masih muda dan baru ini tentu akan berada diposisi yang serba tanggung antara membuat perubahan atau ikut terseret arus.

Towel juga mengkritisi anggapan sebagian orang yang banyak memuji Vijaya telah melakukan sesuatu bagi sepakbola Indonesia setelah membeli Persis Solo.

Menurutnya, tentu saja Vijaya membeli Persis Solo dengan tujuan agar bisa menjadi stakeholder sepakbola Indonesia.

"Tapi harap diingat ya, aksi Vijaya membeli Persis Solo itu masih menyisakan masalah perihal keabsahan pembelian  dan bukan berarti dengan menjadi owner persis solo otomatis Vijaya bisa jadi Ketum PSSI. Hal itu justru melemahkan upaya kampanyenya yang mengusung perubahan di tubuh PSSI sebab akuisisi Persis menjadi catatan baginya.  Ingat ya, catatan besar mengenai Kongres besok ini adalah pertarungan tentang perubahan versus status quo. Aspirasi publik bola tentu ingin perubahan di tubuh PSSI," kata Towel mengingatkan.

Soal M.  Iriawan, menurut Tommy, dia adalah sosok baru di sepak bola, tapi tidak langsung bisa diklaim bakal reformis.

Kabar santer tentang pencalonan Iriawan didukung oleh kubu exco lama yang dipimpin Iwan Budianto.

Indikasi gabungnya kubu exco lama Iwan budianto cs ke gerbong Iriawan membuat publik tidak merespons positif.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia