PSS Sukses di Papan Atas Klasemen karena Dua Faktor Ini

Persebaya kalah 2-3 saat menjamu PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (29/20/2019). - Antara/Moch Asim
29 Oktober 2019 20:27 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SURABAYA - Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengatakan timnya bisa bertengger di papan atas klasemen sementara hingga dua per tiga musim kompetisi Liga 1 2019 karena motivasi tinggi para pemain untuk membuktikan diri.

“Semua tidak lepas dari motivasi pemain. Pemain kami yang rata-rata berasal dari Liga 2 dan ada yang dari Liga 3 ingin menunjukkan bahwa mereka pantas tampil di Liga 1. Selain itu, mereka paham karakter bermain kami," kata Seto seusai pertandingan melawan Persebaya pada pekan ke-25 Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (29/10/2019).

PSS mampu menumbangkan Persebaya berkat organisasi permainan yang bagus di lini belakang dan tengah serta kemampuan menyelesaikan serangan balik kilat dengan baik. Super Elang Jawa menang 3-2 berkat gol Jefri Kurniawan, Haris Tuharea, dan Yevhen Bokhashvili.

Seto membangun skuat PSS sejak di Liga 2. Seto mempertahankan pemain-pemain yang belakangan menjadi pilar tim. PSS Sleman saat ini berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan nilai 39 dari 25 laga.

Kemenangan 3-2 di kandang Persebaya sekaligus memperpanjang catatan positif di partai tandang. Sebelumnya, dari 12 lawatan ke markas musuh, Super Elang Jawa bisa mengemas 17 angka. PSS kalah lima kali (0-1 dari Persija dan Persib, 1-3 dari Bali United dan PS Tira-Persikabo, serta 0-4 dari Arema FC), seri dua kali (1-1 lawan Persipura dan 2-2 lawan Bornoe FC), serta menang lima kali (2-0 atas Kalteng Putra, Perseru Badak Lampung dan Bhayangkara FC, serta 1-0 atas Madura United dan Semen Padang). Kemenangan 2-0 atas tuan rumah Kalteng Putra di putaran pertama sebenarnya didapat di Maguwoharjo. Kala itu, Kalteng yang masih bermarkas di Stadion Sultan Agung lebih memilih menggelar laga kandang di Maguwoharjo dengan pertimbangan banyaknya jumlah penonton.

Asalkan bisa mempertahankan tren bagus di sembilan laga tersisa, PSS akan mengakhiri kompetisi di papan atas. Namun, Seto tak ingin buru-buru menatap akhir kompetisi.

“Perjalanan masih panjang, semua bisa saja terjadi,” kata Seto.