Ajukan Banding untuk Hukuman 2 Bulan Tanpa Penonton, PSIM Minta Suporter Punya Komitmen Berbenah

Aparat keamanan mengejar penonton yang masuk ke lapangan seusai laga PSIM melawan Persis di Stadion Mandala Krida, Jogja, Senin (21/10/2019). - Harian Jogja/Jumali
28 Oktober 2019 18:37 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja mendapat hukuman akibat ulah suporter. Selama dua bulan di Liga 2 2020, laga Laskar Mataram di Stadion Mandala Krida tak boleh disaksikan penonton. Selain itu, PSIM juga didenda Rp200 juta.

Hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tersebut merupakan buntut dari kericuhan pada pertandingan PSIM melawan Persis Solo di pekan terakhir fase grup Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019). Suporter PSIM menghambur ke lapangan, melemparkan berbagai benda, serta memukul jurnalis foto Harian Radar Jogja, Guntur Arga Tirtana, dalam pertandingan yang berakhir 3-2 untuk Persis Solo tersebut.

PSIM akan mengajukan banding untuk meminta keringanan. “Kami berupaya untuk meminta keringanan terkait dengan hukuman tanpa penonton,” ucap CEO PT PSIM Jaya Bambang Susanto, Minggu (27/10/2019).

Bos perusahaan yang mengelola PSIM itu juga mengharapkan suporter membuat komitmen untuk berperilaku lebih baik agar tidak merugikan tim.

Di musim ini, sudah dua kali PSIM dihukum lantaran suporter. September lalu, Komdis menghukum PSIM laga satu bulan tanpa suporter akibat kericuhan di Kediri. Dalam pertandingan yang berakhir 2-0 untuk kemenangan Persik tersebut, suporter kedua tim bentrok. Menurut keterangan polisi dan panitia pelaksana pertandingan, bentrokan dipicu ketidakpuasan suporter PSIM terhadap hasil pertandingan.

PSIM kemudian mengajukan banding dan dikabulkan. PSSI mengubah hukuman menjadi dua bulan laga tanpa suporter PSIM, khusus saat Laskar Mataram menjalani laga tandang.

Kelompok suporter PSIM Jogja Brajamusti mengaku menjadikan hukuman dua bulan tanpa penonton di laga kandang sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri.

“Ini jadi pembelajaran bagi kami sebagai suporter PSIM karena perbuatan kami merugikan banyak pihak. Semoga ini jadi kejadian terakhir,” kata Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin.

Muslich mengungkapkan DPP Brajamusti segera mengadakan konsolidasi internal untuk mencegah berulangnya perilaku buruk tersebut.

“Kami akan beri pemahaman kepada anggota dan kami tegaskan jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi dan ke depan. Kami ingin semua anggota benar-benar memahami bahwa suporter hadir ke stadion untuk memberi dukungan terhadap tim kebanggaan, bukan malah merugikan,” ucap Muslich.