Tolle Dilarang Bermain 5 Tahun, Ini Tanggapan Pemain yang Ditendangnya

M. Shulton Fajar - JIBI/Solopos/Chrisna Chanis Cara
27 Oktober 2019 21:17 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—Hukuman larangan beraktivitas di kompetisi resmi selama lima tahun yang dijatuhkan pada bek PSIM Jogja Achmad Hisyam Tolle, mengundang reaksi beragam dari publik sepak bola Indonesia.

Sejumlah pihak menilai sanksi tersebut setimpal dengan ulahnya yang menendang dan memukul pemain Persis Solo serta mengintimidasi wartawan di Derbi Mataram beberapa waktu lalu. Apalagi jika melihat riwayat aksi kekerasan pemain 25 tahun itu sejak membela Persebaya Surabaya (sekarang Bhayangkara FC) tahun 2014.

Namun ada pula yang menganggap hukuman larangan bermain lima tahun terlalu berat karena membuat Tolle terancam pensiun dini. Gelandang Persis Solo yang menjadi  korban kekerasan Tolle, M. Shulton Fajar, kaget dengan beratnya hukuman Tolle. Meski menyayangkan aksi brutal Tolle di Derbi Mataram, dia tak menyangka sang pemain bakal disanksi larangan bermain lima tahun. “Jujur saya kaget, saya pikir cuma beberapa tahun. Sebagai sesama pemain profesional, saya kasihan juga karena hukuman itu bisa mengancam kariernya,” ujar Shulton saat dihubungi JIBI, Minggu (27/10).

Jika tidak mengajukan banding, Tolle otomatis baru bisa kembali ke kompetisi PSSI pada usia 30 tahun, umur yang terhitung sudah uzur untuk pesepakbola. Meski bersimpati dengan nasib Tolle, Shulton menghormati keputusan Komdis PSSI yang menjatuhkan hukuman sedemikian berat. Gelandang yang sempat membela PSIM musim lalu itu menilai PSSI memiliki maksud baik agar kekerasan di sepak bola tak terus berulang.

“Mungkin hukuman ini benar-benar ingin menciptakan efek jera. Ini konsekuensi juga bagi tindakan buruk Tolle,” ucap Shulton.

Sang pemain hingga kini belum mendapat permintaan maaf secara langsung dari Tolle atas insiden tendangan kungfu di Stadion Mandala Krida. Shulton mengaku sudah mengikhlaskan tindakan brutal Tolle padanya. Beberapa hari lalu Tolle sempat meminta maaf kepada Persis Solo lewat akun Instagramnya @achmadhisyamtolle. “Pertama-tama saya memohon maaf atas perilaku saya yang buruk sebagai pesepak bola profesional, khususnya saya meminta maaf kepada pemain Persis Solo yang bersangkutan dan juga kepada wartawan.”

Wartawan Goal Indonesia yang menjadi korban intimidasi, Lukas Budi Cahyono, juga kaget dengan hukuman lima tahun bagi Tolle. Di sisi lain, dia mengapresiasi PSSI yang berani memberikan hukuman tegas bagi pelaku kekerasan di lingkungan sepak bola. Dia mengharapkan kekerasan dalam bentuk apapun tak berulang di dunia si kulit bundar Indonesia. Budi diintimidasi saat memotret tendangan kungfu Tolle pada Shulton. Tolle dan rekannya, Aldaier Makatindu, menekan Budi agar menghapus foto-foto tersebut.

“Sanksi Komdis harus dihormati karena keputusan itu pasti sudah didahului investigasi di lapangan. Saya hanya bisa berharap kekerasan terhadap jurnalis tak terulang lagi karena kami bekerja dilindungi dengan UU Pers,” ujar Budi. Disinggung perkembangan hasil laporannya ke Polda Jogja atas tindakan Tolle, dia mengaku masih menunggu. “Belum ada [perkembangan],” ujarnya.