Derbi Mataram: Foto Kericuhan, Jurnalis Diintimidasi & Dipukul Suporter

Halaman Stadion Mandala Krida seusai kericuhan suporter, Senin (21/10/2019). - Harian Jogja/Jumali
21 Oktober 2019 21:57 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pewarta foto Harian Radar Jogja, Guntur Aga Tirta, menjadi korban kekerasan suporter dalam kericuhan di laga PSIM menjamu Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Jogja, Senin (21/10/2019) sore.

Guntur yang awalnya memotret di sisi utara stadion bergerak ke sisi barat lapangan setelah penonton turun dari tribune. Saat polisi mencoba menghalau penonton yang menghambur ke lapangan, Guntur yang sempat berada di barisan belakang polisi memilih bergeser ke utara dan mendekati mobil pemadam kebakaran.

“Saat itu gas air mata ditembakkan. Kondisi kaos. Saya lihat ada petugas pemadam kebakaran mencoba mengevakuasi anak-anak di tribune pojok barat,” kata Guntur, sambil memperlihatkan tengkuknya yang terkena lima kali pukulan.

“Setelah itu saya diintimidasi. Ada yang mencekik saya dari belakang, dan saya dipukuli. Saya sempat diminta hapus foto, tetapi tidak saya hapus,” ucap Guntur.

Guntur mengaku sempat merasa pusing setelah dipukul oleh suporter. Meski dijotos, mengaku tidak akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian itu ke kepolisian.

“Ya disayangkan sekali, karena saya bertugas berdasarkan kerja jurnalistik dan ada kode etik serta dilindungi hukum,” ucap Guntur.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jogja Talcah Hamid menyayangkan insiden pemukulan yang dialami oleh anggotanya.

“Kami sangat menyayangkan dan mengutuk keras insiden itu. Kami bertugas secara profesional. Kami menyayangkan apa yang dialami teman-teman kami yang di lapangan. Padahal, kami bekerja juga dilindungi oleh undang-undang,” kata Talcah Hamid.

https://www.youtube.com/watch?v=bDFOOQzNQhk&t=46s