Derbi Mataram: Dipegang Salahudin, Persis Solo Kemungkinan Andalkan Kemampuan Fisik

Pelatih PSIM Jogja Liestiadi (tengah). - Harian Jogja/Jumali
20 Oktober 2019 13:37 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pelatih PSIM, Liestiadi, paham betul bagaimana Persis akan bermain saat mulai ditangani oleh Salahudin saat mengalahkan PSBS Biak 3-0, di Stadion Wilis, Kota Madiun, Rabu (9/10/2019) lalu. Liestiadi sudah meraba irama permainan Persis saat menantang PSIM di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019).

“Saya kenal dan paham betul dengan dia. Dulu waktu saya masih pegang Gresik United dan dia jadi pelatih Barito Putera, dia salah satu pelatih yang selalu menekankan kemampuan fisik, dan pergerakan pemain,” kata Liestiadi, Minggu (20/10/2019).

Apa yang diungkapkan oleh Liestiadi ini bukan tanpa alasan. Selama ini Salahudin memang dikenal sebagai pelatih yang mengandalkan kekuatan dan kecepatan fisik para pemainnya. Selain di Barito Putera, permainan dengan mengandalkan kecepatan pemain, utamanya di sektor sayap juga diperlihatkan oleh Salahudin saat menangani Madura FC.

Saat ditangani Salahudin, Madura FC bahkan mampu mempermalukan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, di Liga 2 2018 lalu. SAat itu, Madura FC tampil rapi dan disiplin dan lebih banyak mengandalkan kemampuan fisik pemainnya.

Namun, nasib kurang baik dialami oleh Salahudin saat dipercaya menangani Persiba Balikpapan di Liga 2 2019. Salahudin gagal mengangkat performa Persiba Balikpapan sebelum akhirnya memilih mundur dari kursi kepelatihan tim Beruang Madu dan bergabung dengan Persis Solo.

Persis Solo yang kini berada di peringkat kelima dengan 27 poin atau satu tingkat di atas PSIM Jogja yang ada di masih punya peluang lolos ke babak 8 besar, jika mampu meraih kemenangan dari Laskar Mataram dan di saat bersamaan Martapura gagal menang atas PSBS Biak.

“Jadi pertandingan nanti pasti akan berjalan alot, karena mereka masih punya asa untuk lolos ke delapan besar. Kami sebagai tim tuan rumah, kami harus menjaga marwah dari PSIM,” ucap Liestiadi.