Jelang Hadapi PSIM, Pemain Andalan Persis Bertumbangan karena Cedera

Persis Solo berlartih di Lapangan Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jumat (18/10/2019) pagi. - JIBI/Solopos/Ivan Andimuhtarom
18 Oktober 2019 21:47 WIB Ivan Andimuhtarom Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SUKOHARJO—Persis Solo dihantui badai cedera menjelang Derbi Mataram melawan PSIM pada pekan terakhir Grup Timur Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Jogja, Senin (21/10/2019).

Sejumlah pemain kembali mengalami masalah saat latihan di Lapangan Desa Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo, Jumat (18/10/2019) pagi.

Pada latihan sesi pagi tersebut, Muhammad Isa dan Jodi Kustiawan, hanya berada di pinggir lapangan. M. Isa cedera pada laga uji coba melawan kesebelasan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di Stadion Sriwedari Solo, Kamis (17/10/2019). Luka lamanya kambuh.

Hasil rontgen menunjukkan tidak ada fraktur atau retakan pada tulang  di pergelangan kaki. Dokter Persis, Iwan Wahyu Utomo, berencana mengonsultasikan masalah itu kepada dokter spesialis ortopedi di RS Indriati Solo Baru, Sukoharjo. Namun, Isa mengaku tak berani tampil mengingat hingga Jumat kakinya masih bengkak.

“Kemarin bengkaknya lebih besar. Ini sudah sedikit mengempis. Ini cedera kambuhan saya. Saya enggak berani turun lawan PSIM,” ujarnya saat ditemui Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), di lokasi latihan tim, Jumat.

Ia mengaku kecewa dengan situasi yang menimpanya. Menurutnya, dalam performanya yang sedang menanjak, ia sebenarnya sangat ingin memperkuat Laskar Sambernyawa menghadapi laga penuh gengsi Derbi Mataram.

Menurut Iwan, kondisi Jodi masih belum bisa dipastikan. Ada kemungkinan sang bek tengah bisa diturunkan. Tetapi, mungkin juga Jodi belum 100 persen fit pada Senin.

“Jodi masih 50:50 untuk bisa diturunkan. Untuk Sendri, saya garansi bisa bermain walau keputusan pemilihan pemain ada di pelatih,” ungkap Iwan kepada JIBI, Jumat.

Sementara itu, Sendri mengatakan dirinya sudah siap. Pada latihan Jumat pagi, ia juga turut bermain dalam game yang dibuat oleh tim pelatih. “Kondisi saya sudah siap,” kata dia saat ditemui JIBI.

Pada latihan pagi itu, bek tengah andalan Persis lainnya, Susanto, juga mengalami masalah pada kakinya. Tak hanya itu, striker berpengalaman yang dimiliki Persis, Ugik Sugiyanto, juga menepi saat game tengah berlangsung karena mengeluhkan sakit pada paha.

Kondisi bertambah runyam karena  gelandang kreatif Iman Budi Hernandi juga cedera pada kaki. Bagian tumitnya terluka hingga mengeluarkan darah. “Ini seperti ini,” ujarnya kepada JIBI sambil menunjukkan salah satu tumitnya yang berdarah.

Pelatih Persis, Salahudin, pusing tujuh keliling dengan situasi badai cedera pemain. Ia mengakui cedera yang dialami sejumlah pemain berpengaruh pada tim.

“Saat tim sedang bagus, banyak cedera, akhirnya [performa tim] menurun. Tapi kami masih memiliki pemain lain. Yang ada akan kami maksimalkan,” kata dia saat berbincang dengan JIBI seusai latihan Jumat pagi.

Salahudin telah menyiapkan beberapa pemain pelapis untuk menggantikan peran pemain yang cedera. “Hari ini kami mengasah organisasi bertahan. Jadi saat kami diserang, bagaimana merebut bola kemudian melakukan serangan balik,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia sudah memberikan motivasi kepada para pemain untuk tidak terlalu menghiraukan teriakan suporter PSIM pada derby di Jogja nanti. Ia meminta para pemain menganggap teriakan itu sebagai dukungan untuk mereka.

“Anggaplah penonton mereka itu penonton kita. Kami ambil positifnya. Kalau mereka berteriak, kami harus semangat,” terangnya.

Sumber : JIBI/Solopos