Terpengaruh Masalah Keuangan, Kalteng Putra Andalkan Persaudaraan untuk Hadapi PSS Sleman

I Gede Sukadana (kanan) dan Gomes de Oliviera. - Harian Jogja/Budi Cahyana
17 Oktober 2019 22:07 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kalteng Putra diterpa masalah internal menjelang lawatan ke kandang PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo. Para pemain sempat mogok latihan pekan lalu karena terlambat gajian.

Pelatih Kalteng Putra Gomes de Oliviera mengatakan persoalan tersebut sempat memengaruhi tim. Namun, kini masalah sudah dibereskan. Pelatih asal Brasil itu menyebut rasa persaudaraan dan kekeluargaan di tubuh tim sangat penting untuk melalui problem finansial.

“Masalah ini memang memengaruhi mental pemain. Tetapi saya kemudian bicara kepada pemain di latihan terakhir, menegaskan bahwa kita semua adalah keluarga. Rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang kuat ini harus membuat kami saling membantu. Dengan persaudaraan yang kuat, kami yakin menghadapi pertandingan melawan PSS,” kata Gomes dalam jumpa pers di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (17/10/2019).

Kalteng Putra yang kini terpuruk di dasar klasemen dengan 20 poin akan menantang PSS Sleman di laga pekan ke-23, Jumat (18/10/2019).

Gomes mengatakan 18 pemain yang dibawa ke Sleman siap menampilkan yang terbaik untuk mencuri poin sekaligus membalas kekalahan 0-2 di putaran pertama.

Gelandang Kalteng Putra I Gede Sukadana juga menegaskan para pemain Kalteng Putra tetap solid meski sempat mengalami masalah keuangan.

“Kami bertekad mencuri poin di sini,” ujar eks pemain Bali United tersebut.

Sementara, Pelatih PSS Sleman justru mewaspadai motivasi berlipat Laskar Isen Mulang.

“Mereka sudah berangkat ke sini. Artinya masalah yang mereka alami sudah dibereskan. Motivasi mereka justru bisa semakin baik dan kami harus hati-hati,” ucap Seto.

PSS saat ini duduk di anak tangga ketujuh klasemen sementara dengan 32 angka. PSS di atas kertas akan menang mudah. Namun, kecenderungan Super Elang Jawa yang kerap membuang potensi poin di kandang sendiri bisa menjadi masalah.