Sesepuh Pasoepati Minta Suporter Persis Tak Nekat ke Mandala Krida

Mayor Haristanto - JIBI/Istimewa/Dokumen Pribadi Mayor Haristanto
15 Oktober 2019 15:57 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—Suporter Persis Solo diminta tidak nekat berangkat ke Stadion Mandala Krida, Jogja, untuk menyaksikan Derbi Mataram melawan PSIM Jogja pada pekan terakhir Grup Timur Liga 2 2019, Senin (21/10/2019).

Manajemen PSIM telah menerbitkan surat pemberitahuan bernomor 200/PSIMJOGJA/IX/2019 tertanggal 15 Oktober 2019 yang menjelaskan tidak ada kuota bagi penonton atau suporter Persis di Mandala Krida. Pemberitahuan yang ditandatangani Sekretaris PSIM, Jarot Sri Kastawa, itu diklaim untuk menjaga situasi agar tetap kondusif dan semangat persahabatan. Langkah tersebut sama dengan yang diambil manajemen Persis ketika melarang suporter PSIM hadir ke Stadion Wilis, Madiun, pada Derbi Mataram di putaran pertama Grup Timur Liga 2 2019, 16 Agustus lalu.

Sesepuh Pasoepati, Mayor Haristanto, mengimbau para pendukung Persis menghormati aturan main yang dibuat Laskar Mataram. Mayor menilai tensi Derbi Mataram saat ini masih panas dan sarat rivalitas, apalagi kedua tim tengah berebut tiket ke babak delapan besar Liga 2 2019. “Ini juga untuk kebaikan suporter sendiri. Jangan sampai ada polemik baru, apalagi sampai jatuh korban,” ujarnya saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Selasa (15/10/2019).

Mayor menilai kelompok suporter masih bisa mendukung dengan cara-cara kreatif seperti menggelar nonton bareng (nobar). Solo memiliki sejumlah titik publik yang bisa dimanfaatkan seperti Benteng Vastenburg, Pamedan Pura Mangkunegaran hingga kompleks Stadion Manahan. Halaman Benteng Vastenburg pernah dimanfaatkan untuk nobar berskala besar saat Persis melawat ke markas PSS Sleman di Liga 2 2017. Adapun Stadion Manahan memiliki big screen yang bisa dimanfaatkan sebagai layar nobar.“Nobar sambil menabuh drum juga bagus. Atmosfer pertandingan tetap terasa,” kata Mayor.

Manajer Persis Solo, Langgeng Jatmiko, tak mempermasalahkan larangan suporter Persis menonton di Mandala Krida. Namun dia meminta PSIM agar konsekuen dengan alasan tersebut. “Kami mendengar skuat Persatu diteror sejak dari hotel. Panpel harus mengantisipasi hal semacam ini. Kami hanya mau fight di lapangan,” tegasnya.

Sumber : JIBI/Solopos