Skor 1 - 1 di Paris, Turki Tetap di Atas Prancis

Pemain Prancis Lucas Hernandez (kedua kanan) bersama Wissam Ben Yedder (kanan) mencoba menembus pertahanan Turki. - UEFA.com
15 Oktober 2019 08:12 WIB M. Syahran W. Lubis Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Turki menahan imbang tuan rumah Prancis dengan skor 1 - 1, membuat negara yang bagian terluas wilayahnya masuk Asia itu tetap memimpin klasemen sementara Grup H kualifikasi Piala Eropa (Euro) 2020.

Dalam pertandingan matchday kedelapan di Stade de France di Paris pada Selasa (15/10/2019) dini hari WIB, keputusan pelatih Didier Deschamps mmasukkan Olivier Giroud pada menit ke-72 menggantikan Wisam Ben Yedder terbukti merupakan keputusan tepat.

Baru merumput selama 4 menit, penyerang berusia 33 tahun itu, yang di klubnya Chelsea mulai jarang bermain, mampu memaksimalkan assist Antoine Griezmann untuk membuka keunggulan tuan rumah Les Bleus.

Namun, keunggulan itu pada akhirnya gagal berujung kemenangan lantaran Prancis gagal mencegah datangnya gol balasan Turki yang dilesakkan Kaan Ayhan hanya berselang 5 menit kemudian dan skor 1-1 bertahan  hingga wasit asal Jerman Felix Brych mengakhiri pertandingan.

Dengan hasil itu, kedua tim sama-sama mengoleksi nilai 19 dan berpeluang besar lolos ke putaran final Euro tahun depan meski secara matematis masih bisa disalip Islandia yang menduduki peringkat ketiga klasemen sementara Grup H dengan nilai 15 dan sisa dua pertandingan.

Turki sebenarnya kalah selisih gol dari Prancis yakni +13 berbanding +16, tetapi Turki unggul head to head 3 - 1 karena dalam pertemuan pertama kedua tim di Konya, Turki menang 2 - 0.

Sementara itu, Islandia dalam pertandingan matchday kedelapan yang digelar bersamaan pada Selasa dini hari WIB di Stadion Laugardalsvollur di Reykjavík menaklukkan tamunya Andorra dengan skor 2 - 0 berkat gol-gol Arnór Sigurðsson (38’) dan Kolbeinn Sigþórsson (66’).

Sebenarnya Islandia berpeluang menambah sebiji gol lagi, tetapi eksekusi penalti Gylfi Þór Sigurðsson pada menit ke-73 gagal berbuah gol.

Akibat kekalahan itu, Andorra menempati posisi kelima dari enam tim dengan nilai 3, sama dengan Moldova di dasar klasemen dengan Andorra unggul selisih gol -15 berbanding -20. Kedua tim telah dipastikan gagal lolos ke putaran final Eruo 2020.

Moldova menelan kekalahan telak 0 - 4 dari tamunya Albania di pekan kedelapan ini di Stadion Zimbru di Chiinu, yang membuat Albania menghuni slot keempat dengan nilai 12. Albania dipastikan gagal lolos ke putaran final dari jalur juara dan runner up grup, tetapi masih berpeluang lolos lewat playoff.

Terdapat 55 tim yang berebut 24 tiket ke putaran final Euro 2020, yang digelar di 12 negara, format yang baru diterapkan mulai edisi tahun depan.

Ke-55 tim itu terbagi dalam 10 grup. Juara dan runner up setiap grup lolos ke putaran final, sedangkan empat lainnya ditentukan melalui playoff.

Berbeda dengan edisi sebelumnya, peserta playoff bukan ditetapkan berdasarkan hasil klasemen akhir kualifikasi, melainkan mengacu pada raihan mereka di Nations League musim 2018 - 2019.

Juara bertahan Euro adalah Portugal. Dalam pertandingan final Euro 2016 di Prancis, Portugal menundukkan tuan rumah dengan skor tipis 1 - 0 melalui perpanjangan waktu.

Sumber : Bisnis Indonesia