Punya Waktu 2 Hari Jelang Jamu Persatu, Ini yang Dilakukan Pelatih PSIM Jogja

Pelatih PSIM Jogja Liestiadi saat memimpin latihan - Instagram PSIM Jogja Official
11 Oktober 2019 13:02 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Liestiadi mewaspadai kebangkitan Persatu Tuban jelang bentrok kedua kesebelasan dalam pertandingan tunda Grup Timur Liga 2 2019  di Stadion Mandala Krida, Jogja, Minggu (13/10/2019) sore.

Meski berada di papan bawah, peringkat ke-10 dengan 20 poin, kekuatan Laskar Ronggo Lawe tidak bisa dianggap sebelah mata karena di dua pertandingan terakhir, mereka mampu meraih kemenangan atas dua tim penghuni peringkat pertama dan kedua klasemen. Persatu menang 2-1 atas Persik Kediri di pekan ke-20 dan 3-0 atas Mitra Kukar di pekan ke-21.

“Saya akan eksplorasi kekuatan dari Persatu Tuban,” kata Liestiadi, Jumat (11/10/2019).

Mantan pelatih Blitar Bandung United ini mewaspadai dua pemain naturalisasi berdarah Guinea yang didatangkan manajemen Persatu untuk mengangkat performa tim di putaran kedua.

Keduanya adalah penyerang Mamadou Lamarana Diallo dan bek tengah Mohamed Lamine Fofana. Mamadou, pemain berusia 28 tahun, telah mengemas empat gol bersama Persatu Tuban.

“Mereka ada tambahan pemain naturalisasi, ini yang perlu kami perhatikan,” ucap Liestiadi.

Di sisi lain, Liestiadi sadar, tak punya banyak waktu di PSIM. Sejak diperkenalkan sebagai juru taktik baru bersama dengan asisten pelatih Erwan Hendarwanto, Jumat (10/10/2019), dia hanya punya waktu dua hari untuk mempersiapkan tim menghadapi Persatu Tuban.

“Kami hanya punya dua hari. Kami butuh dukungan dari suporter. Mudah-mudahan jika rezeki, kami bisa meraih tiga poin di kandang,” terang Liestiadi.

"Saya akan coba eksplorasi energi positif yang ada nantinya. Yang penting bagaimana kami bisa cetak gol dan tidak kebobolan, terlebih dahulu."