Kalah dari Martapura FC, Asisten Pelatih dan Pemain PSIM Jogja Kritik Wasit

Pesepak bola PSIM Jogja Aldeir Makatindu dan Asisten Pelatih PSIM Jogja Yusup Prasetio seusai pertandingan melawan Martapura FC, Selasa (8/10/2019) sore. - Instagram PSIM Jogja Official
08 Oktober 2019 18:22 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, MARTAPURA - Langkah PSIM Jogja ke babak 8 besar kian terjal menyusul kekalahan 0-1 dari tuan rumah Martapura FC dalam pertandingan pekan ke-21 Liga 2 2019 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Selasa (8/10/2019) sore. Sebiji gol Martapura FC dicetak oleh Erwin Gutawa melalui titik putih pada menit ke-70.

PSIM turun ke peringkat ketujuh dengan 24 poin dari 18 kali bertanding. Adapun Martapura kokoh di peringkat keempat dengan 26 poin dari 19 pertandingan.

Asisten pelatih PSIM Jogja Yusup Prasetio dan pemain PSIM Jogja Aldeir Makatindu mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Aceh, Abdullah. Sebab, menurut mereka, permainan kedua kesebelasan imbang.

“Teman-teman tahu pertandingan berjalan dengan baik, dan kami mengkritik kinerja wasit. Terutama soal penalti,” kata Yusup seusai pertandingan.

Sementara Aldeir mengatakan banyak keputusan Abdullah yang merugikan timnya, utamanya hukuman tendangan penalti seusai Nugroho Fatchur Rochman dianggap menjatuhkan Fauzan di kotak penalti. Abdullah menunjuk titik putih dan eksekusi penalti diselesaikan dengan baik oleh Erwin Gutawa.

“Saya merasa kami dirugikan oleh keputusan wasit. Kami tanya ke hakim garis, dia tidak bisa menjelaskan keputusan wasit,” ucap Adeir yang masuk pada menit ke-76 menggantikan Sutanto Tan.

PSIM masih berpeluang lolos ke babak 8 besar dengan status peringkat keempat, asalkan Martapura FC dikalahkan PSBS di pertandingan terakhir dan PSIM Jogja mampu menyapu bersih dua pertandingan kandang melawan Persatu Tuban, Minggu (13/10/2019) dan menjamu Persis Solo, Senin (21/10/2019).