Jatah Menteri untuk Gerindra, Ini Sikap Prabowo

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani tiba di kediaman Megawati Soekarnoputri, Rabu (24/7/2019). - JIBI/Bisnis Indonesia/Rayful Mudassir
07 Oktober 2019 18:57 WIB Jaffry Prabu Prakoso Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Partai Gerindra belum memutuskan untuk berkoalisi dengan kubu Joko Widodo (Jokowi) dalam pembentukan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

“Sampai sekarang Pak Prabowo sebagai Ketua Dewan Pembina [Gerindra] belum ambil keputusan tentang apakah kami mau berkoalisi atau kami berada di dalam oposisi. Terhadap pembicaraan itu, Pak Prabowo merasa bahwa kita ini adalah kekuatan partai yang justru bersebrangan dengan Pak Jokowi atau menjadi kompetitor dalam pilpres,” kata Sekretaris Jenderal Gerinda Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Berdasarkan pertimbangan itu, Muzani menjelaskan bahwa Prabowo apabila memang harus menerima ajakan gabung, maka dianggap sebagai panggilan negara dan membayar hutang kampanye.

Saat kampanye, Prabowo berjanji swasembada energi, air, dan pangan. Tujuannya agar rakyat sejahtera.

Konsep tersebut juga sudah disampikan ke Jokowi melalui tertulis. Prabowo menunggu apakah pemikiran tersebut bisa diterima pemerintahan Jokowi atau tidak.

“Jadi pak prabowo tidak gede rumongso atau tidak menggegeret. Belau masih menunggu proses ini sebagai sebuah cara kita kelola negara” jelas Muzani.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengungkapkan Gerindra meminta jatah tiga menteri kepada Presiden Joko Widodo untuk masa jabatannya yang kedua.

Tiga orang yang disodorkan untuk bursa menteri adalah Edhy Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Uno. Akan tetapi keputusan ada pada Jokowi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia