#OleOut, Tanda Manchester United Butuh Perombakan Total

Ole Gunnar Solskjaer - Reuters/Scott Heppell
07 Oktober 2019 20:07 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tagar #OleOut memenuhi Twitter beberapa saat setelah Manchester United (MU) kalah 0-1 dari Newcastle United pada laga pekan kedelapan Liga Premier Inggris di St. James Park, Minggu (6/10/2019) malam WIB. Tuntutan pemecatan Ole Gunnar Solskjaer menjadi puncak kekecewaan fans MU terhadap performa timnya yang tak kunjung menanjak musim ini. 

Gelandang belia Newcastle, Matthew Longstaff, membuat para pendukung MU terdiam lewat sepakan akurat dari luar kotak penalti di menit ke-72. Gol itu membuat Longstaff menjadi pemain termuda yang berhasil mencetak gol dalam laga debut untuk Newcastle United (19 tahun, 199 hari). Sebaliknya, kekalahan ini amat menyesakkan bagi United karena membuat mereka merosot ke peringkat 12 dengan hanya unggul dua poin dari zona merah.

Lebih parahnya lagi, hasil tersebut membuat United gagal menang dalam delapan laga tandang beruntun di Liga Premier, torehan terpanjang mereka sejak September 1989. Sejumlah media Inggris seperti The Sun dan Daily Mail mulai berspekulasi bahwa karier Solskjaer di Old Trafford tinggal menghitung hari. Sejumlah nama seperti Mauricio Pochettino hingga Massimiliano Allegri disebut sebagai kandidat pelatih anyar United.

Namun ada pula yang beranggapan pemecatan Solskjaer hanya akan menjadi masalah baru bagi Setan Merah. Apalagi pelatih asal Norwegia itu sedang membangun skuat di tengah badai cedera yang silih berganti menerpa klub. Jeda internasional selama dua pekan ke depan pun diharapkan cukup untuk mengevaluasi skema tim dan keputusan strategis lain. “Beruntung bagi kami sekarang masuk jeda international. Kami akan menggunakan waktu untuk mengevaluasi apa yang terjadi di delapan laga ini. Kami akan duduk bersama,” ujar Solskjaer seperti dilansir Daily Mail, Senin (7/10).

Sang pelatih menyebut krisis kepercayaan diri menjadi problem utama tim, terutama bagi pemain yang berusia muda. Mandulnya lini depan juga menjadi masalah lain bagi Solskjaer. Setelah menghantam Chelsea dengan skor 4-0 Agustus lalu, MU hanya mampu mencetak lima gol dari tujuh laga di kompetisi domestik. Saat melawan Newcastle, juru gedor United seperti Marcus Rashford dan Mason Greenwood juga seperti kebingungan menerobos pertahanan lawan. Justru bek Harry Maguire yang membuat sentuhan lebih banyak di dalam kotak penalti lawan (empat) dibanding pemain MU lain.

Performa medioker seperti ini tentu bisa berbahaya lantaran MU bakal ditunggu Liverpool setelah jeda internasional. The Reds adalah pimpinan klasemen dengan catatan selalu menang di delapan laga Liga Premier. Pelatih Newcastle, Steve Bruce, bersimpati dengan keadaan yang menimpa Solskjaer. Dia yakin koleganya itu masih bisa bersinar seiring pulihnya para pilar MU seperti Paul Pogba, Luke Shaw hingga Jesse Lingard.

Sumber : JIBI/Solopos