Pelatih PSIM Kebingungan sedangkan Pelatih Sulut United Memahami Permainan dengan Baik

PSIM versus Bogor FC Sulut United. - Harian Jogja/Jumali
04 Oktober 2019 21:47 WIB Galih Eko Kurniawan & Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja kalah menyakitkan di kandang sendiri, Stadion Mandala Krida, dari tim papan bawah, Bogor FC Sulut United, Jumat (4/10/2019) sore. Laskar Mataram takluk 0-2 gara-gara gol Rudiyana dan Zulfikar Ali Ohorella.

Ironisnya, Pelatih PSIM Aji Santoso kebingungan dengan hasil buruk yang didapat anak asuhnya. Dia meminta maaf tanpa bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Aji mengaku sudah mengerahkan segalanya, tetapi timnya tetap kalah dari Bogor FC Sulut United.

“Banyak sekali peluang yang kami dapatkan, tetapi tidak ada yang menjadi gol. Saya bertanggung jawab atas hasil ini,” ujar Aji seusai pertandingan.

Kekalahan ini sangat mengecewakan karena memperberat peluang Laskar Mataram lolos ke delapan besar. PSIM tertahan di peringkat keenam dengan nilai 24 dari 17 pertandingan. PSIM masih punya tiga sisa pertandingan menjamu Persis Solo dan Persatu Tuban serta melawat ke kandang Martapura FC. Sementara, Sulut United kini mengumpulkan 23 angka dan masih tertahan di peringkat kesembilan.

“Entah apa yang terjadi dengan pemain pada hari ini. Saya tidak tahu apa yang salah,” ujarnya.

Aji sebaiknya berkaca pada pernyataan Pelatih Bogor FC Sulut United Ricky Nelson. Mantan pelatih Borneo FC dan Persika Karawang tahu betul kelemahan PSIM dan memanfaatkannya dengan baik.

Plan [rencana] sudah saya siapkan. Ketika gol pertama terjadi [gol Rudiyana di menit ke-58], saya jalankan plan B kami ketika Cristian Gonzales masuk [menit ke-55]. Kami hentikan Gonzales dan second ball [bola kedua]-nya selalu bisa kami dapatkan. Itu yang menjadi kekuatan kami dan kami melakukan counter attack [serangan balik]. Ini semua sudah dirancang dalam latihan,” kata Ricky seusai pertandingan.

Bola kedua adalah bola liar hasil dari duel pemain. Ricky mengaku menaruh perhatian terhadap bola kedua karena menjadi kunci serangan balik. Ricky juga secara cermat membelejeti arah permainan PSIM dan tahu kelemahan Laskar Mataram.

“Oke saya bongkar. Pertama mereka selalu built up [membangun] serangan dari Ade Suhendra. Dan gampang mematikan Ade Suhendra, karena dia sempat bersama saya [di Persik Kendal pada Liga 2 musim lalu]. Kedua, kami hentikan sisi kiri dari Ichsan Pratama. Saya pikir ketika dua sektor ini mati, PSIM mati. PSIM kami lihat dari game ke game tidak pernah ada perubahan,” lanjut Ricky.

Selain itu, saat Cristian Gonzales masuk, Ricky mengubah lini pertahanan dengan memasang tiga bek. “Ya, gitu saja. Kami juga lakukan counter attack karena Sabil [bek tengah PSIM Moh Al Amin Syukur Sabilillah] lemah, tidak bisa main tapi dipaksakan main, sudah selesai dia. Simpel saja,” terang Ricky.

Sulut United mampu menambah keunggulan menjadi 2-0 melalui Zulfikar Ali Mustaqim Ohorela di menit ke-92. Zulfikar yang lepas dari pengawalan Sabil mampu menceploskan bola ke gawang Ivan Febrianto.