PSIM Kalah, Aji Santoso Sebut Timnya Tak Dinaungi Keberuntungan

Pelatih PSIM Jogja Aji Santoso terduduk lesu setelah timnya kalah 0-2 dari Bogor FC Sulut United di Stadion Mandala Krida, Jumat (4/10/2019) sore - Harian Jogja/Jumali
04 Oktober 2019 23:07 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Peluang PSIM Jogja untuk lolos ke babak 8 besar Liga 2 2019 makin berat setelah kalah 0-2 dari Bogor FC Sulut United di Stadion Mandala Krida, Jumat (4/10/2019) sore.

Dua gol Bogor FC Sulut United dicetak oleh Rudiyana di menit ke-58 dan Zulfikar Ali Mustaqim Ohorela di menit ke-92. PSIM masih tertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan 24 poin.

Kekalahan ini menjadi kekalahan kali ketiga PSIM di kandang selama babak penyisihan Grup Timur. Sebelumnya PSIM dipermalukan Mitra Kukar dan Persik Kediri, masing-masing 1-2.

Pelatih PSIM Jogja Aji Santoso mengungkapkan kekalahan kali ini di luar dugaan.  “Kalau boleh jujur, kami menguasai [pertandingan]. Saya sudah prediksi dan antisipasi counter attack [serangan balik] mereka. Dalam latihan juga sudah saya ajarkan bagaimana membongkar compact defense [pertahanan yang rapat], tetapi ada faktor luck [kebetuntungan] yang tidak berpihak kepada kami,” kata Aji seusai pertandingan.

Aji juga menghadapi situasi sulit karena ada pemainnya yang tak kuat mental. Dia menarik bek kanan Junius Bate dan memasukkan Ahmad Mahrus Bachtiar, saat PSIM tertinggal 0-1. Junius diganti karena cedera.

“Hamstringnya juga belum 100 persen. Saya ganti karena dia sakit. Hendra Wijaya saya geser ke kanan. Sebelum saya masukkan Bachtiar, saya sempat tawarkan kepada Al Rizqi, tetapi dia enggak berani main, ya udah gimana lagi?” lanjut Aji.

Bachtiar justru semakin membuat lubang di pertahanan PSIM Jogja. Beberapa kali duet Bachtiar dan Muhammad Al Amin Syukur Fisabilliah gagal mengantisipasi serangan balik dari Sulut United. Puncaknya di menit ke-92, Zulfikar Ali Mustaqim Ohorella menjebol gawang PSIM setelah menaklukkan Bachtiar.

“Tetapi bagaimana pun saya bertanggungjawab. Saya minta maaf ke suporter karena pertandingan yang cukup menentukan, kami kalah. Tidak perlu menyalahkan pemain, karena mereka sudah berusaha semaksimal mungkin,” ucap Aji.

“Saya tidak meminta mengandalkan umpan panjang, tetapi salah satu cara mengejar ketertinggalan ya harus ada bola-bola ke depan.”