Di Balik Kekalahan Memalukan Spurs, Ada Keputusan Buruk Arsenal dalam Bursa Transfer

Serge Gnabry - Reuters/Eddie Keogh
02 Oktober 2019 18:57 WIB Ivan Andimuhtarom Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Serge Gnabry, gelandang serang 24 tahun, bersinar terang saat Bayern Munchen membantai Tottenham Hotspur 7-2 pada laga kedua Grup B Liga Champions 2019-2020 di Tottenhan Hotspur Stadium, London, Rabu (2/9/2010) dini hari WIB.

Kegemilangan Gnabry tak hanya mengecewakan fans Spurs, tetapi juga suporter Arsenal. Gnabry membuktikan keputusan buruk Arsenal dalam menangani pemain muda.

Gnabry bermain fantastis di laga kontra The Lilywhites. Ia mencetak quattrick atau empat gol ke gawang yang dikawal Hugo Lloris. Dua gol lain Bayern dicatatkan Robert Lewandowski dan satu gol lain dicetak Kimmich. Spurs hanya mampu membalas melalui Son Heung Min dan Harry Kane.

Aksi ciamik yang diperagakan Gnabry benar-benar membuat fans Arsenal gigit jari. Mereka lalu membanding-bandingkan Gnabry dengan rekrutan terbaru Meriam London, Nicolas Pepe. Keduanya memang memiliki posisi yang sama yaitu penyerang sayap kanan.

Gnabry pernah berkostum  Arsenal saat tim tersebut masih di bawah kendali Arsene Wenger pada 2013. Ia sebelumnya memperkuat Arsenal U-18 sejak Juli 2011. Namun, di tim senior, ia lebih sering menghangatkan bangku cadangan. Bahkan, pada 2015 ia dipinjamkan ke West Brom lalu akhirnya dijual “hanya” seharga 5 juta paun atau kini setara Rp87 miliar ke Werder Bremen pada 31 Agustus 2016. Selepas dari Bremen, Gnabry sempat mengembara ke Hoffenheim sebelum pindah ke Bayern.

Awal musim ini, Arsenal  mendatangkan Pepe seharga 72 juta paun atau setara Rp1,254 triliun dari Lille. Namun, performa Pepe belum sesuai harapan. Dalam tujuh penampilannya di Liga Premier sejauh ini, pemain asal Pantai Gading baru  menceploskan sebiji gol ditambah satu asis. Ia bahkan belum memberi kontribusi bagi timnya di Liga Europa 2019-2020.

Penggemar Arsenal seolah tidak percaya mereka melakukan downgrade pemain, tetapi memiliki nilai 67 paun lebih mahal. Salah satu fans dengan akun @ONESuperGUNNER menulis di Twitter, “Saya belum memaafkan Wenger karena menjual Gnabry. Bocah itu adalah sesuatu yang lain. Kenapa kita begitu tidak beruntung dengan pemain? Dia [Gnabry] sejujurnya segalanya yang kita inginkan dari Pepe. "

Fans lain dengan akun @NeilDaf menulis, “Arsenal pernah memiliki Gnabry dan membiarkannya pergi dan sekarang memiliki Pepe. Langkah besar ke bawah. "

Bagi Gnabry, torehan empat gol ke gawang Spurs menjadi kali pertama baginya mencetak banyak gol dalam satu pertandingan selama karir profesionalnya.

"Sulit untuk mengatakannya, menang 7-2," kata Gnabry kepada Sky setelah pertandingan. Dilansir dari Bundesliga, Rabu.

"Tidak seorang pun dari kita akan membayangkan ini. Mencetak empat gol juga perasaan yang luar biasa. Jelas itu adalah hasil yang hebat bagi kami dan kami akan menikmati malam ini," lanjutnya.

Baginya, kembali ke London dan membukukan empat gol adalah hal yang sangat istimewa. Terlebih, ia melewati masa belianya di kota itu.

"Ayahku bilang aku harus bermain bagus malam ini dan untungnya aku tidak mengecewakannya," kata Gnabry.

Seusai laga, ia juga bercuit di Twitternya, “London Utara adalah merah.”

Gnabry menjadi satu-satunya pemain Jerman kedua dalam sejarah yang mencetak empat gol dalam pertandingan Liga Champions. Mario Gomez adalah yang pertama melakukannya saat Bayern melawan Besiktas pada 2012.

Pemain lain yang mencetak empat gol di satu laga Liga Champions adalah Robert Lewandowski saat membela Borussia Dortmund melawan Real Madrid pada 2013 dan Cristiano Ronaldo yang menyumbang gol-gol tersebut untuk Real Madrid pada Desember 2015.

Sumber : JIBI/Solopos