Persis Solo Anggap Laga Lawan PSIM di Mandala Krida sebagai Hidup Mati

Persis Solo - Madiunpos.com/Abdul Jalil
01 Oktober 2019 20:47 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—Perebutan empat slot menuju babak delapan besar dari Wilayah Timur Liga 2 Indonesia 2019 akan berlansung sengit hingga partai terakhir.

Menjelang akhir fase grup, belum ada tim di Grup Timur yang mampu menyegel tiket ke babak delapan besar. Saking ketatnya persaingan, juru kunci Madura FC pun masih berpeluang melenggang ke babak selanjutnya meski amat tipis.

Jarak Madura FC dengan Martapura FC di posisi keempat, atau batas terakhir klasemen menuju babak delapan besar hanya delapan angka. Dengan tiga laga tersisa, perubahan posisi di urutan ketiga hingga dasar klasemen diyakini masih sangat dinamis.

Di satu sisi, Persis Solo lumayan terjepit setelah hanya memiliki satu laga kandang dari tiga laga sisa di penyisihan yaitu menjamu PSBS Biak, 9 Oktober. Selebihnya, Laskar Sambernyawa harus menjalani laga tandang berat melawan Persewar Waropen dan musuh bebuyutan, PSIM Jogja.

Manajer Persis Solo, Langgeng Jatmiko, mengalkulasi Jodi Kustiawan dkk. butuh minimal enam poin di sisa laga untuk merangsek ke empat besar. Saat ini Persis masih tertahan di peringkat kelima klasemen dengan 24 poin dari 17 pertandingan.

Langgeng menyebut enam poin itu bisa didapat dengan mengalahkan PSBS Biak serta membekuk salah satu dari Persewar atau PSIM. Jika gagal mengalahkan Persewar Jumat (4/10/2019) nanti, bukan tak mungkin duel Persis melawan PSIM di laga terakhir menjadi drama yang menegangkan. Ini tak lepas dari posisi Laskar Mataram yang juga belum aman. Pada putaran pertama, Persis menang 2-1 atas PSIM.

“Derby Mataram bisa menjadi laga hidup mati dan itu tak akan mudah bagi Persis. Untuk itu, kami fokus untuk meraih poin penuh di laga melawan Persewar dan PSBS,” ujar Langgeng saat dihubungi JIBI, Selasa.

Langgeng meyakini kehadiran pelatih baru, Salahuddin, bisa menjadi motivasi tambahan bagi pemain untuk tampil habis-habisan di sisa laga. Manajemen mewanti-wanti Laskar Sambernyawa tidak menyia-nyiakan satu poin pun di tiga laga pamungkas.

Apalagi Persis belum sepenuhnya aman dari degradasi. Mereka hanya unggul tujuh angka dari Persatu di zona merah. Persatu sendiri masih menyimpan satu laga tunda melawan PSIM di Mandala Krida.

“Sejauh ini kami melihat baru Persik dan Mitra Kukar yang aman dari degradasi, tim lain termasuk Persis masih terancam turun kasta. Tentu kami tidak mau salah langkah,” tegas Langgeng.

Kelompok pendukung Persis yang tergabung dalam Surakartans berharap Ugiek Sugiyanto dkk. bisa merebut minimal lima poin di sisa laga nanti. Menurut perwakilan Surakartans, Adith, lima angka tersebut adalah angka rasional yang bisa diraih Laskar Sambernyawa.

“Dengan tambahan lima angka Persis sudah pasti berada di papan tengah. Yah syukur-syukur bisa lolos ke delapan besar,” ujar Adith.

Adith mengaku tak terlalu yakin Persis bisa menyodok ke empat besar menyusul sederet drama yang mengiringi tim musim ini. Drama terakhir yakni penunjukan Salahuddin menjadi pelatih kepala menggantikan Choirul Huda.

Bukan rahasia apabila pergantian pelatih di tengah jalan dapat berpengaruh pada mental dan adaptasi pemain. “Teman-teman suporter sampai kehabisan kata-kata dengan keputusan ini,” ujar Adith.