Barcelona Jalani Start Terburuk dalam Seperempat Abad

Gerard Pique - Reuters/Marcelo Del Pozo
22 September 2019 19:47 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com—Barcelona melakoni start terburuk di La Liga Spanyol dalam 25 tahun terakhir setelah ditekuk Granada 0-2 di Estadio Nuevo Los Carmenes, Minggu (22/9/2019) dini hari WIB. Selain kalah, Barcelona juga bermain payah karena hanya mencatat dua tembakan ke gawang sepanjang pertandingan.

Kekalahan itu juga memperpanjang rekor tak pernah menang Sergio Busquets dkk. di kandang lawan di Liga Primera musim ini. Dengan hanya memetik tujuh poin dari lima laga, Blaugrana tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara. 

Opta mencatat ini adalah start terburuk Barcelona setelah lima pertandingan di kompetisi domestik sejak 1994/1995 atau 25 tahun silam.  Di musim itu, Barca meraih hasil identik dengan musim ini yakni mengemas dua kemenangan, satu imbang dan dua kekalahan. Rekor tersebut jelas cukup memalukan untuk klub sebesar Barca. Striker Barcelona, Luis Suarez, tak menampik kekalahan dari Granada adalah alarm bahaya. “Ini adalah kekalahan yang mengkhawatirkan, kekalahan yang menyakitkan. Ini sebuah kekalahan yang harus benar-benar kami cermati karena ada banyak hal yang harus kami perbaiki,” ujar Suarez seperti dilansir AS, Minggu.

Di laga kemarin Barca memang seperti biasa mendominasi penguasaan bola. Keunggulan ball possession mereka bahkan sangat mencolok, 74% berbanding 26%. Namun Barca yang memainkan pemain muda macam Carles Perez dan Junior Firpo sebagai starter justru kehabisan akal untuk mengkreasi peluang berbahaya. Sepanjang 90 menit, Barca hanya punya tiga peluang dengan dua di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya Granada tampil solid dan efektif dengan mencatat sembilan tembakan, lima di antaranya tepat sasaran.

Tuan rumah bahkan sudah menyentak sang juara bertahan ketika laga baru berjalan dua menit lewat sundulan Ramon Azeez. Gol itu bermula dari kesalahan Firpo ketika menguasai bola di daerah pertahanan sendiri. Barcelona kian tenggelam setelah tim promosi itu memperlebar keunggulan menjadi 2-0 lewat eksekusi penalti Alvaro Vadilla di menit ke-66. Wasit menunjuk titik putih setelah Arturo Vidal melakukan handball. Masuknya Lionel Messi di babak kedua terbukti tak mengangkat performa Barca. Bagi Granada, kemenangan tersebut menjadi capaian luar biasa karena mengantar mereka merasakan puncak klasemen sementara Liga Primera.

“Anda bisa kalah tapi ketika Anda kalah, Anda harus layak menang. Hari ini kami memang tidak pantas,” ucap Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde.

Sumber : JIBI/Solopos