Madrid Kalah Memalukan, Ronaldo Dirindukan

Eden Hazard, belum bisa menunjukkan kualitas yang dibutuhkan Real Madrid. - Reuters/Charles Platiau
19 September 2019 22:27 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Cristiano Ronaldo mendadak dirindukan suporter Real Madrid. Kekalahan telah 0-3 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada laga Grup A Liga Champions 2019-2020 di Parc des Princes, Kamis (19/9) dini hari WIB, dianggap sebagai aib besar.

“Bawa Ronaldo kembali, kekalahan telak ini amat memalukan.” Demikian cuit seorang pendukung Real Madrid di akun Twitter-nya seusai Los Blancos diluluhlantakkan PSG tiga gol tanpa balas 

“Kami menginginkan Ronaldo kembali Januari nanti, tak peduli tentang perasaan orang lain,” sahut fans Madrid lain seperti dilansir Daily Star

Performa amburadul lini depan Madrid di laga perdana Liga Champions  itu memang membuat para pendukung merindukan sosok superstar mereka dulu, Cristiano Ronaldo. Bersama striker yang kini telah berseragam Juventus itu, Madrid menjadi salah satu tim paling berbahaya dengan menggondol empat gelar Liga Champions sejak 2013/2014.

Eden Hazard yang digadang-gadang menjadi bintang anyar tim tampaknya belum mampu memikul beban berat sepeninggal CR7. Mencatatkan debutnya bersama Madrid, kombinasinya bersama Gareth Bale dan Karim Benzema masih jauh dari impresif. Madrid bahkan gagal mencatat sekali pun tembakan tepat sasaran meski punya 10 peluang.

Sebaliknya, tuan rumah yang bermain tanpa trio penyerang mereka yakni Neymar, Kylian Mbappe, dan Edinson Cavani justru tampil brilian. Mereka mencetak tiga gol hanya dari lima tembakan tepat sasaran. Winger Angel Di Maria sukses melukai mantan klubnya dengan dua gol di menit ke-14 dan 33. Pemain Argentina itu hampir aja mengemas hattrick andai tembakannya di babak kedua tidak melambung tipis di atas mistar gawang. Satu gol yang lain dicetak bek Thomas Meunier jelang pertandingan usai.

“Rasanya aneh tidak menciptakan peluang-peluang dengan pemain yang kami miliki, tapi itulah yang terjadi,” tukas Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, seperti dilansir uefa.com, Kamis.

Los Merengues sejatinya mampu mencetak gol di menit ke-35 lewat tembakan voli Gareth Bale. Namun wasit Anthony Taylor menganulir gol itu setelah mengecek video assistant referee (VAR). Bale dianggap handball sebelum melesakkan bola ke gawang Keylor Navas. Setelah itu Bale dua kali mengancam gawang PSG sebelum turun minum. Namun upayanya masih melambung di atas mistar. 

Pelatih PSG, Thomas Tuchel, menyanjung performa kolektif timnya sehingga bisa terlepas dari ketergantungan atas Neymar, Mbappe, dan Cavani. Menurut Tuchel, absennya ketiga striker utama itu justru mengangkat tekanan dari pundak tim. Di laga kemarin trio Di Maria, Pablo Sarabia, dan Mauro Icardi tampil cukup efektif untuk meneror pertahanan lawan. “Mungkin tekanannya lebih sedikit, karena semua orang bertanya-tanya bagaimana kami bisa menang tanpa tiga pemain itu,” ujar Tuchel seperti dilansir Reuters.

Sumber : JIBI/Solopos