Debut Atalanta di Liga Champions Dilukai Striker Jebolan Liga Korea & China

Mislav Orsic - Reuters/Antonio Bronic
19 September 2019 23:57 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Atalanta mendapat hasil teramat buruk dalam debutnya di Liga Champions. La Dea disikat Dinamo Zagreb dengan skor 0-4 di Stadion Maksimir, Kamis (19/9/2019) dini hari WIB. Striker Dinamo, Mislav Orsic, justru sukses mencuri perhatian lewat torehan hattrick dalam debutnya di ajang memperebutkan Si Kuping Lebar itu.

Penampilan ciamik Orsic langsung mengingatkan pada Erling Braund Haaland yang juga mencetak tiga gol dalam debutnya ketika membawa RB Salzburg menggasak Genk dengan skor 6-2. Dilansir Opta, Kamis, ini kali pertama ada dua pemain debutan sepanjang sejarah Liga Champions yang mencetak trigol. “Ini adalah performa terbaik Dinamo Zagreb di Liga Champions dan Liga Europa,” ujar Orsic seperti dilansir Sportskeeda.

Orsic baru dua musim ini membela Dinamo. Sebelumnya, dia malang melintang di Liga Korea dan Liga Super China bersama Jeonnam Dragons, Changchun Yatai, dan Ulsan Hyundai.

Bagi Dinamo, kemenangan besar tersebut krusial untuk mengangkat moral tim jelang melawat ke markas Manchester City dalam matchday kedua, awal Oktober. Orsic mewanti-wanti timnya harus dapat merawat performa bagus jika ingin menandingi Manchester Biru. “Ini baru langkah kecil. Kami harus mempertahankan ini dan kita lihat apakah kami bisa meraih sesuatu yang besar,” ujar striker 26 tahun itu. 

Sementara itu, striker Atalanta, Alejandro “Papu” Gomez, masih tak menyangka timnya bakal dihajar empat gol tanpa balas di laga perdana Liga Champions. Di laga tersebut, Atalanta sebenarnya dapat mengimbangi tuan rumah dengan mencatat 10 peluang. Gli Orobici juga memiliki penguasaan bola sedikit lebih baik, 52%. “Sulit menjelaskan apa yang terjadi. Kami tidak menyangka Dinamo bermain sangat intensif dan agresif di seluruh jengkal lapangan,” sesal Papu seperti dilansir Football Italia.

Pelatih Alatanta, Gian Piero Gasperini, menyebut kekalahan telak dari Dinamo Zagreb menjadi pelajaran berharga bagi tim ihwal persaingan di Liga Champions. Sang pelatih mengakui tim lawan lebih baik dalam hal pressing, intensitas, dan kecepatan. “Mereka juga menunjukkan umpan yang berkualitas di sudut sempit. Kami memiliki sejumlah peluang, tapi laga ini mengajarkan bahwa kami sedang berada di persaingan level tertinggi,” ujar Gasperini.

Sumber : JIBI/Solopos