Jamu Persebaya Tanpa Penonton, PSIS Bisa Gagal Raup Rp1 Miliar

Kapten PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto, mencoba melewati adangan pemain Persebaya Surabaya pada laga Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Mei lalu. Dalam laga itu, PSIS Semarang sukses menahan imbang Persebaya 1-1. - Instagram @psisfcofficial
19 September 2019 07:27 WIB Imam Yuda Saputra Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SEMARANG—PSIS Semarang terancam kehilangan pemasukan Rp1 miliar karena laga melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-19 Liga 1 di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, Jumat (20/9/2019) nanti akan digelar tanpa penonton.

Ketua Panpel PSIS Semarang, Ferdinand Hindiarto, memastikan jika laga antara PSIS Semarang versus Persebaya Surabaya harus steril dari penonton di stadion. Kepastian ini diperoleh melalui surat dari Polres Kota Magelang, selaku pihak keamanan.

“Kami sudah menerima surat dari  Kapolres Kota Magelang tentang diizinkan pertandingan PSIS melawan Persebaya, tapi tanpa penonton. Tentunya berat bagi kami dan juga suporter, terutama dari suporter PSIS,” ujar Ferdinand saat sesi jumpa pers di Mes PSIS Semarang, Rabu (18/9/2019).

Ferdinand menyebutkan tanpa adanya penonton, praktis manajemen PSIS Semarang akan kehilangan pemasukan yang berasal dari penjualan tiket pertandingan. Padahal, selama ini pemasukan dari penjualan tiket merupakan salah satu sumber dana terbesar klub berjuluk Mahesa Jenar itu dalam mengarungi kompetisi Liga 1.

Selain kehilangan pemasukan, PSIS Semarang juga harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk menggelar pertandingan itu. Dana itu digunakan untuk membayar operasional tim, seperti menyewa stadion, mengurus perizinan, dan lain-lain.

“Saat pertandingan melawan Persib [21 Juli 2019] kami dapat kotor Rp1 miliar, itu belum dipotong apa-apa. Nah, sekarang kami dapat pemasukan Rp0, tapi itu masih harus sewa stadion dan lain-lain,” terang Ferdinand.

Ferdinand mengaku kecewa dengan keputusan Polres Kota Magelang yang tidak memberikan izin laga antara PSIS kontra Persebaya dihadiri penonton. Meski demikian, ia tidak bisa berbuat apa-apa dan menghormati keputusan itu.

“Ini bukan kehendak kami [panpel] maupun manajemen. Tapi apa pun itu, kita harus hormati keputusan Polres Kota Magelang. Oleh karena itu, kami juga imbau kepada suporter untuk tidak datang ke stadion saat laga berlangsung,” ujarnya.

Ferdinand mengaku pihaknya sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya agar Polres Kota Magelang mengubah keputusannya. Bahkan, pihaknya juga telah melobi petinggi kepolisian di tingkat atas agar penonton diizinkan hadir memenuhi stadion.

“Baik CEO maupun komisaris sudah melakukan lobi ke atas. Bahkan, mantan Kapolda Jateng [Irjen Pol. Condro Kirono] sudah kita mintai tolong. Tapi, apa boleh buat. Keputusannya tidak bisa diubah. Mungkin Polres Kota Magelang memiliki analisis tersendiri agar laga tidak boleh dihadiri penonton. Kita hormati kewenangannya,” tegas Ferdinand.

Sumber : JIBI/Solopos