Kualifikasi Euro 2020: Prancis Salah Putar Lagu Kebangsaan & Salah Meminta Maaf

Prancis versus Albania - Reuters/Christian Hartmann
09 September 2019 18:27 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pertandingan Kualifikasi Euro 2020 antara Prancis melawan Albania di Stade de France, Paris, Minggu (8/9/2019) dini hari WIB diwarnai insiden memalukan. Bukan kekalahan 1-4 yang membuat Albania meradang, melainkan keteledoran panitia.

Tuan rumah Prancis salah memutar lagu kebangsaan. Alih-alih mengumandangkan Himni I Flamurit (Lagu untuk Bendera) milik Albania, Prancis justru memutar lagu kebangsaan Andorra, El Gran Carlemany.

Kesalahan Prancis tak sampai di situ saja. Lewat pengeras suara, panitia pelaksana pertandingan justru meminta maaf kepada Armenia ketimbang segenap warga Albania. Elseid Hysaj dkk. sempat menolak pertandingan lantaran kesalahan memalukan itu.

Wasit Jesus Gil asal Spanyol pun memilih menunda pertandingan sampai Prancis memutar lagu kebangsaaan Albania dengan tepat. Sepak mula laga pun molor sekitar tujuh menit. Sejumlah pihak menilai blunder tersebut terjadi karena Prancis memang akan menghadapi Andorra di Kualifikasi Euro 2020 selanjutnya, 11 September.

Entah kebetulan atau tidak, insiden di awal laga itu membuat Albania tampil loyo. Tim tamu dihajar dengan skor 1-4 setelah Kingsley Coman (dua gol), Olivier Giroud dan gelandang muda, Jonathan Ikone, bergiliran menjebol gawang Thomas Strakosha. Albania sendiri hanya mampu mencetak gol penggembira lewat penalti Sokol Chikallesi di menit ke-90.

Dalam laga tersebut, Coman dipuji karena mampu menggantikan peran Kylian Mbappe yang absen karena cedera paha. Setahun terakhir Mbappe adalah pemain sentral bagi Tim Ayam Jantan dengan 12 gol dari 23 penampilan. Namun performa Coman mampu menepis kekhawatiran Prancis bakal kehilangan tajinya tanpa Mbappe.

Sayap Bayern Munich itu sukses mencetak brace hanya dari dua peluang sepanjang 77 menit berada di lapangan. Catatan ini menarik mengingat Coman sebelumnya tampil tak terlalu impresif karena sudah puasa gol sejak tiga tahun lalu di timnas.

“Performanya hari ini seperti yang kerap ditunjukkan selama ini bersama Bayern Munich. Dia lebih bagus dalam penyelesaian akhir dan begitu dingin. Senang melihatnya bisa tampil di level seperti ini,” puji Pelatih Prancis, Didier Deschamps, seperti dilansir Sportskeeda.

Sumber : JIBI/Solopos