Suporter PSIM Jogja Resmi Laporkan Penyerangan di Jl. Wates ke Polda DIY

Penasihat hukum sembilan korban, Kokok Sudan Sugijarto (baju putih), saat membuat laporan ke Polda DIY, Senin (2/9/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
02 September 2019 18:47 WIB Yogi Anugrah Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Suporter PSIM Jogja yang menjadi korban penyerangan orang tidak dikenal pada Selasa (27/8/2019) di sekitar Jl. Wates, Dusun Perengdawe, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, melapor ke Polda DIY, Senin (2/9/2019). Dalam insiden tersebut, sembilan korban mengalami luka-luka karena tembakan maupun hantaman benda tumpul.

Penasihat hukum kesembilan korban, Kokok Sudan Sugijarto, mengatakan, penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, para korban yang mayoritas warga Bantul dan Wates melintas menggunakan sepeda motor di sekitar Jalan Wates, Dusun Perengdawe, setelah selesai menonton pertandingan PSIM melawan Mitra Kukar.

“Waktu melintas di daerah tersebut, para korban dicegat dan diserang oleh orang-orang tidak dikenal, motifnya apa juga tidak diketahui,” kata dia seusai membuat laporan polisi, Senin (2/9/2019).

Selanjutnya, menurut Kokok terjadi keributan, dan para korban mengalami luka tembak di kaki, tangan, maupun dada. Selain itu, mereka juga mengalami luka hantaman benda tumpul seperti batu dan balok.

“Satu proyektil dikeluarkan dari tubuh salah satu korban, kami serahkan ke kepolisian, kami tidak tahu jenis senjatanya, biar penyidik yang menentukan,” ujar dia.

Menurut dia, di lokasi penyerangan tersebut sudah terjadi dua kali keributan. Kokok baru melapor ke Polda DIY karena menunggu suporter yang masih dirawat di rumah sakit.

Salah satu korban, Ryan Amanda, 19, warga Nanggulan, Kulonprogo, mengatakan dalam perjalanan pulang seusai menonton PSIM melawan Mitra Kukar, ia yang mengendarai sepeda motor dan membonceng temannya, berniat untuk menghindari keributan yang terjadi di jalan tersebut. Namun ia justru terkena tembakan di tangan kanan.

“Setelah terkena, saya cari jalan tikus untuk lari dan akhirnya ke rumah sakit. Teman yang saya bonceng tidak apa-apa. Saya juga tidak pakai atribut, hanya jaket, atribut saya simpan dalam tas,” ucap dia.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan polisi akan memeriksa pihak-pihak terkait dengan peristiwa tersebut.

“Nanti kami akan periksa, terutama pelapornya, kami bikin BAP [berita acara pemeriksaan], setelah itu nanti dilihat dari BAP awal siapa saja yang perlu dipanggil agar peristiwa tersebut bisa terungkap,” kata Yuliyanto

Kepolisian, menyayangkan adanya peristiwa tersebut. Seharusnya, kata semua pihak bisa menahan diri agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Ini kan olahraga yang harusnya menjadi tontonan menarik, betul ketika di stadion tidak ada masalah, tetapi ketika mereka pulang ada ribut-ribut di jalan, itu yang sangat disayangkan. Mestinya tidak boleh terjadi lagi,” ujar Yuliyanto.