Protes Tim Kaya, Suporter Union Berlin Gelar Aksi Diam di Stadion

Suporter Union Berlin - Reuters/Annegret Hilse
19 Agustus 2019 23:07 WIB Ahmad Baihaqi Sepakbola Share :

Harianjogja.com, BERLIN — Union Berlin kalah telak dalam laga debut di Bundesliga setelah dibekuk RB Leipzig dengan skor 0-4 di Stadion An der Alten Forsterei, Minggu (18/8/2019) malam WIB. Namun Union sukses memberi kesan yang sangat dalam. 

Para suporter Die Eisernen, julukan Union, melakukan tribute pada rekan-rekan mereka yang telah meninggal dunia tanpa sempat melihat tim kesayangan melangkah ke Bundesliga untuk kali pertama. Penghormatan itu dilakukan dengan cara unik.

Mereka menyelipkan 455 penonton dari 22.467 kehadiran yang tercatat di stadion. Jumlah itu sendiri melebihi kapasitas An der Alten Forsterei sebanyak 22.012 orang, dilansir Bundesliga, Senin (19/8/2019).

Sebanyak 455 penonton itu diwakili spanduk foto wajah masing-masing berukuran 70x70 sentimeter, yang diketahui merupakan penonton yang sudah meninggal dunia. Sejumlah 455 penonton tak terlihat itu bahkan juga mengantongi tiket resmi yang sengaja dibeli oleh komunitas pendukung Union Berlin, Eisern V.I.R.U.S. dan Eisernen Botschaftern. Spanduk itu diangkat bersama-sama ketika para pemain Union Berlin tiba di lapangan.

Selain aksi tersebut, para pendukung tuan rumah melakukan aksi boikot dengan tidak membuat suara apa pun selama 15 pertama pertandingan babak pertama. Ketika 15 menit sudah berlalu, perlahan-lahan mereka menciptakan suara yang makin lama makin kencang.

Aksi ini ditengarai sebagai bentuk protes fans Union terhadap Leipzig yang mengelola tim dengan cara murni bisnis. Perusahaan minuman energy, Red Bull, diketahui menguasai penuh Leipzig. Hal ini bertentangan dengan aturan di sepak bola Jerman bahwa kepemilikan klub adalah 50% + 1 oleh pemegang saham.

Sayang aksi simpatik dan kritis itu tak dibarengi penampilan oke penggawa Union di lapangan hijau. Pemain tim tamu yakni Marcel Halstenberg, Marcel Sabitzer dan Timo Werner bergantian menjebol gawang Rafa Gikiewicz di babak pertama. Ironisnya, gol pertama Leipzig via Halstenberg hanya berjarak 57 detik setelah pendukung Union mulai bersuara. Die Roten Bullen kemudian menggenapkan keunggulan menjadi 4-0 lewat Christopher Nkunku di pertengahan babak kedua.

Pelatih anyar Leipzig, Julian Nagelsmann mengaku sudah siap menghadapi aksi diam suporter lawan. Menurut dia, aksi itu justru menguntungkan timnya. “Saya malah bisa berkomunikasi dengan pemain saya,” ujarnya.

Nagelsmann mengakui setelah 15 menit aksi boikot, atmosfer di markas Union sangat luar biasa. “Saya berharap para pendukung Berlin bisa memberikan dukungan mereka sejak awal laga.”

Sumber : JIBI/Solopos