Rekam Kericuhan di Laga Persis Lawan PSIM, Jurnalis Dihantam Helm Hingga Benjut

Dahi Wiwit Eko Prasetyo benjut setelah dihantam helm oleh sekelompok suporter saat laga Persis Solo vs PSIM Jogja di Stadion Wilis Kota Madiun, Jumat (16/8/2019). - JIBI/Madiunpos.com/Abdul Jalil
16 Agustus 2019 20:47 WIB Abdul Jalil Sepakbola Share :

Harianjogja.com, MADIUN - Seorang jurnalis televisi menjadi korban keberingasan suporter klub sepak bola saat meliput Derby Mataram antara Persis Solo dan PSIM Jogja di Stadion Wilis Madiun, Jumat (16/8/2019) sore.

Wiwit Eko Prasetyo, wartawan BBS TV di Madiun, dianiaya saat meliput kericuhan yang melibatkan suporter dalam laga terakhir putaran pertama Liga 2 2019. Dalam pertandingan tersebut,  Persis menang 2-1.

Wiwit bersama jurnalis lain, termasuk awak Jaringan Informasi Bisnis Indonesia meliput di dalam stadion pada babak.

Seusai gol kedua Persis Solo ke gawang PSIM Jogja di menit ke-78, ratusan suporter yang ada di tribune stadion melihat ke luar stadion. Melihat gelagat itu, Wiwit kemudian keluar stadion untuk mengambil gambar kericuhan yang terjadi.

"Saat keluar stadion dan menuju ke kerumunan suporter, saya masih mengenakan rompi warna oranye dan id card yang disediakan panitia pertandingan," kata dia.

Setibanya di kerumunan suporter di Jl. Mastrip Kota Madiun, Wiwit melihat kericuhan. Dia kemudian mengeluarkan handycam dan mengambil gambar kericuhan itu. "Saat mengambil gambar itu, ada suporter yang bilang, 'Ada kamera ada kamera! Mereka meminta saya untuk tidak mengambil gambar," katanya.

Setelah ada permintaan itu, Wiwit kemudian menyerahkan memory card kepada suporter. Setelah memory card itu diberikan kepada suporter, Wiwit kemudian memberikan handycam-nya ke polisi yang ada di kerumunan suporter itu.

Setelah handycam dan memory card diserahkan, Wiwit berniat balik kanan dan kembali ke dalam stadion. Tiba-tiba sebuah helm dilemparkan ke wajahnya dan mengenai dahinya.

"Saya tidak tahu helm itu dari arah mana. Tiba-tiba mengenai wajah saya. Ini dahi saya memar. Saat saya mau pergi, ada sejumlah suporter yang mencoba memukul saya," katanya.

Dalam kondisi yang semakin mencekam, Wiwit kemudian melarikan diri dan diselamatkan juru parkir dan sekuriti. "Kacamata saya hilang saat di kerumunan. Tidak tahu hilang di mana. Saat itu, saya pikirannya harus selamat dahulu," terangnya.

Derby Mataram yang menjadi laga terakhir putaran pertama Liga 2 2019 itu dimenangi oleh Persis Solo dengan skor 2-1.  Suporter PSIM dilarang datang ke Stadion Wilis dan tidak diberi jatah tiket. Suporter Persis juga sebenarnya tak diperkenankan menonton langsung di stadion, tetapi ribuan dari mereka tetap ke Madiun.

Sumber : JIBI/Solopos