Mandala Krida Baru: Tribune Penuh Sesak, Papan Skor Masih Kuno

Stadion Mandala Krida dipakai menghelat laga pekan ke-10 Liga 2 2019 antara PSIM Jogja dan Martapura FC. - Harian Jogja/Desi Suryanto
08 Agustus 2019 20:22 WIB Galih Eko Kurniawan Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Momentum spesial dijalani PSIM Jogja ketika menjamu Martapura FC di lanjutan Liga 2 2019 Wilayah Timur, Kamis (8/8/2019). Di laga itu, Laskar Mataram menjamu lawannya di rumah mereka, Stadion Mandala Krida. Torehan tiga poin menandai penggunaan kembali Mandala Krida.

PSIM meraih kemenangan perdana dengan menekuk Martapura FC dengan skor 2-0 melalui tendangan bebas dari Aditya Putra Dewa pada menit ke-24 dan Cristian Gonzales di menit ke-25.

Stadion terisi penuh. Tribune atas di sisi timur yang kini sudah beratap, yang rencananya tidak dipakai, justru sesak dari ujung utara sampai selatan. Sama dengan pemandangan yang terjadi di tribune barat, tempat para penonton bertiket VIP maupun VVIP. 

Di tribune sisi utara dan selatan apalagi. Tribune yang bermodel terbuka itu diisi kerumunan orang. Tribune utara sebagian diisi rombongan The Maident, yang membawa bendera berukuran besar untuk ditampilkan di seantero stadion.

PSIM tak bisa memakai Mandala Krida di musim kompetisi 2014/2015. Saat itu, PSIM mesti mencari kandang-kandang baru ketika proyek penggarapan renovasi tribun mulai digarap sebelum akhirnya menetap di Stadion Sultan Agung Bantul pada 2016.

Bagi Krisna Rokarola, pria berusia 40 tahun asal Wirobrajan, Jogja, apa yang ditampilkan Mandala Krida sekarang ini sangat jauh berbeda sebelum dipugar pada 2013. Dulu, tribune terbuka ada tiga, sisi utara, selatan dan timur.

Sekarang, tribune terbuka tinggal menyisakan dua sisi, utara dan selatan. Pemberian atap kemudian menggusur keberadaan papan skor yang sebelumnya di sisi timur sekarang berada di sisi utara. Namun, papan skor belum tampil modern. Masih menggunakan tenaga manual alias ada orang yang memanjat untuk mengganti angka menjadi dua untuk PSIM dan nol untuk Martapura ketika pertandingan berlangsung.

Krisna, yang kemarin duduk di tribune utara, juga tak bisa lagi berjalan sampai ke tribune sisi timur karena sekarang sudah dipisah. Sebelumnya, para penonton di tribune terbuka bisa berjalan dengan nyaman untuk mencari tempat duduk terenak di sisi utara, timur maupun selatan.

“Benar-benar beda. Mau masuk ke Mandala Krida juga sudah beda jauh. Tak bisa lagi masuk ke kompleks stadion untuk parkir motor. Biasanya parkir di dalam kompleks stadion, di dekat boks penjualan tiket,” ungkapnya, kemarin.

Panitia pelaksana pertandingan memang membikin beda alur parkir masuk stadion di laga melawan Martapura kemarin. Penonton tak bisa lagi seenaknya masuk ke kompleks ataupun di depan pagar stadion untuk parkir.

Sebagai gantinya, penonton disiapkan kantong parkir d Lapangan Kenari, Gor Amongraga, Graha Wana Bhaktiyana, Kantor BPBD DIY ataupun di jalan-jalan sekitaran Mandala Krida. Tak ayal, tukang parkir sibuk menghitung pendapatan parkir. “Habis. Ludes tiket parkirnya,” ujar Wawan, penjaga parkir di sisi timur Mandala Krida.

Gegap gempita seisi stadion berangsur hilang ketika lagu Aku Yakin dengan Kamu selesai dinyanyikan dan diikuti dengan tepukan viking. Puluhan ribu orang itu keluar satu-satu ke pintu stadion yang sekarang sudah tampil beda.