Jadon Sancho, Alasan Dortmund Layak Juarai Bundesliga 2019-2020

Jadon Sancho - Reuters/Leon Kuegeler
05 Agustus 2019 23:57 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Jadon Sancho menjadi salah satu alasan Borussia Dortmund adalah favorit juara Bundesliga 2019-2020. Penyerang sayap 19 tahun itu menyuguhkan performa luar biasanya pada DFL Super Cup 2019 di Signal Iduna Park, Minggu (4/8/2019) dini hari WIB, Sancho tampil vital lewat sumbangan satu gol dan satu asis dalam kemenangan 2-0 Dortmund atas Bayern Munchen.

Sancho semakin sulit dihentikan sejak mengemas 12 gol dan 14 asis di Bundesliga musim lalu. Total Sancho sudah mencetak 15 gol dan 24 asis dalam 56 laga setelah bergabung ke Die Borussen pada musim 2017/2018. Pemain Timnas Inggris ini terlibat dalam satu gol tim setiap 1,4 pertandingan.

Raksasa seperti Bayern pun seperti tak punya jawaban untuk mematikan pergerakan jebolan akademi Manchester City itu. Beberapa kali Sancho melakukan solo run dalam skema counter attack yang merepotkan pertahanan The Bavarians.

Ketika Thiago Alcantara melakukan kesalahan di lapangan tengah di menit ke-48, Sancho pun langsung memanfaatkan itu dengan menggiring bola dari sisi kanan lapangan mendekati kotak penalti. Sancho kemudian mengirim umpan pada Paco Alcacer yang langsung disambut tembakan first time yang mengarah ke pojok kanan bawah gawang Bayern.

Hanya 11 menit berselang, Sancho kembali menjadi problem nyata setelah sayatannya dari sayap kanan hingga kotak penalti diakhiri tembakan yang gagal ditepis Manuel Neuer.”Saya gembira bisa memberikan start yang bagus. Mungkin tahun ini akan menjadi milik kami,” ujar Sancho seperti dilansir Bundesliga, Minggu.

Dengan kepergian Christian Pulisic ke Chelsea, posisi Sancho di tim bisa kian penting di Bundesliga musim 2019/2020. Sancho bisa memainkan peran sebagai pembeda ketika Dortmund kehilangan akal, seperti saat melawan Bayern kemarin. Die Borussen sejatinya lebih banyak tertekan di ajang pembuka musim Bundesliga itu.

Anak asuh Lucien Favre dkk. bahkan hanya mencatat 35% penguasaan bola dan dua tembakan tepat sasaran. Bandingkan dengan Robert Lewandowski dkk. yang mengemas sembilan tembakan on target. “Bayern memegang 65% penguasaan bola, itu sangat banyak. Namun kami bertahan dan memainkan serangan balik dengan baik,” ujar Pelatih Dortmund, Lucien Favre.

Bagi Bayern, kekalahan itu mengakhiri rentetan tiga gelar beruntun mereka di Super Cup. Pelatih Bayern Munich, Niko Kovac, menilai tuan rumah mampu mengeksploitasi dua kesalahan timnya menjadi gol. “Sebaliknya kami tidak mengambil peluang-peluang kami, itu sebabnya kami kalah.” 

Sumber : JIBI/Solopos