Liverpool Vs Manchester City, Takhayul Kutukan Community Shield

Pertandingan pekan ke-21 Liga Inggris musim 2018-2019 antara Manchester City dan Liverpool di Etihad Stadium, Machester, Inggris, Jumat (4/1 - 2019) dini hari WIB. (Reuters/Jason Cairnduff)
03 Agustus 2019 13:02 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, MANCHESTER — Hasil pramusim lazimnya dipandang sebagai parameter kesiapan tim untuk menyambut musim baru. Meski bertitel laga persahabatan, klub tetap berlomba-lomba memenangi pertandingan untuk menunjukkan kekuatan mereka.

Namun ada anomali yang selalu mengiringi kejuaraan pramusim bernama Community Shield. Entah kebetulan atau tidak, peraih trofi Community Shield kerap kali kesulitan memenangi Liga Premier Inggris di musim yang akan berlangsung.

Sejak ajang itu digelar pada 1908, hanya ada 19 klub pemenang Community Shield yang kemudian merajai kompetisi domestik. Bahkan jika rentang waktu diperpendek menjadi satu dekade terakhir, hanya tiga kali kampiun Community Shield keluar sebagai juara Liga Premier.

Setelah Chelsea dan Manchester United yang memenangi kedua gelar itu pada musim 2009/2010 dan 2010/2011, para pemenang Community Shield tak pernah lagi mengangkat trofi Liga Premier.

Tren tersebut baru berakhir musim lalu ketika Manchester City berhasil menjuarai Liga Premier setelah lebih dulu mengangkat trofi Community Shield. Sebelumnya City pernah merasakan sukses di Community Shield 2012 dan gagal di Liga Premier 2012/2013.

Keberhasilan The Citizens mengakhiri “kutukan” Community Shield tentu bisa mengesampingkan hantu takhayul yang mengiringi kejuaraan jelang laga melawan Liverpool di Wembley, Minggu (4/8/2019) malam WIB. Gelandang City, Kevin de Bruyne, sudah menyatakan pentingnya gelar Community Shield untuk menetapkan standar tim semusim ke depan.

Dia menegaskan tak main-main kendati Community Shield hanya dianggap trofi minor. “Laga ini selalu penting karena ini adalah trofi yang bisa Anda menangi. Bahkan kalaupun ini cuma satu laga, ini menentukan standar untuk setahun,” ucap de Bruyne, dilansir mancity.com, Jumat (2/8/2019).

Tensi duel City kontra Liverpool sendiri mulai memanas setelah The Citizens merespons sindiran yang dilontarkan Jurgen Klopp mengenai aktivitas transfer mereka. Klopp menyebut tim seperti City, Barcelona, Real Madrid hingga Paris Saint-Germain tak bisa terus menerus menghamburkan uang untuk memborong banyak pemain mahal.

“Kami sedikit terkejut dengan apa yang Klopp katakan. Mengapa Klopp menghitung uang yang kami keluarkan? Kenyataannya, semua klub papan atas akan melakukan investasi yang mereka inginkan,” tukas Chief Operating Officer City, Omar Berrada, dilansir Mirror. 

Sumber : solopos