PSS Sleman Mengawali Agustus dengan Lawatan Berat

Kushedya Hari Yudi, harus tetap bugar karena PSS menjalani lawatan jauh di awal Agustus. - Antara/Hendra Nurdiansyah
30 Juli 2019 08:07 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman menatap Agustus dengan berat. Super Elang Jawa harus melakoni tiga partai tandang ke Madura, Kalimantan, dan Sumatra saat tren mereka kurang positif.

Anak asuh Seto Nurdiyantoro hanya mengemas satu poin dari tiga pertandingan terakhir. Setelah kalah dari PSIS Semarang dan Bali United, PSS hanya main imbang melawan Barito Putera. PSS kemudian harus melawan ke kandang Madura FC, Rabu (31/7/2019); kemudian menghadapi sahibulbait Borneo FC, Minggu (4/8/2019)), dan bertandang ke Markas Perseru Badak Lampung FC, Jumat (9/8/2019). Perjalanan yang harus dilewati PSS dalam dua pekan ke depan cukup jauh dan ini berdampak pada konsisi fisik. Para pemain PSS terancam kelelahan.

“Yang jadi kendala adalah waktu yang mepet. Saya sendiri belum menyiapkan siapa yang yang akan dibawa [dalam lawatan ke Madura, Kalimantan, dan Sumatra] nanti,” kata Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro dikutip dari liga-indonesia.id, Senin (29/7/2019)

Seto akan merotasi untuk menyiasati situasi ini.  Saat ini, PSS masih berada di papan tengah klasemen sementara Liga 1 2019 dengan nilai 13. Di tiga laga terakhir, Super Elang Jawa gagal memetik poin penuh karena kalah 1-3 dari PSIS dan Bali United serta bermain seri 2-2 dengan Barito Putera.

Seto mengatakan hasil imbang melawan Barito Putera sebenarnya cukup positif karena mengembalikan kondisi tim.

“Setelah kembali dari Bali, pemain masih terasa capek di hari pertama latihan, gairahnya berbeda, kondisi fisiknya berbeda. Tapi setelah itu, saya pikir kondisi fisiknya sudah mulai bagus, suasananya mulai cair itu yang terpenting,” kata Seto dikutip dari situs PSS Sleman.