Leg Kedua Final Piala Indonesia Ditunda, PSM Hanya Ingin Main di Makassar

Pesta PSM Makassar ketika perayaan HUT ke-100 klub tersebut - Antara/Yusran Uccang
29 Juli 2019 02:07 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin menolak leg kedua final Piala Indonesia 2018-2019 melawan Persija digelar di luar Makassar. Pertandingan ini seharusnya dimainkan di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (28/7/2019).

Namun, PSSI kemudian menundanya karena alasan keamanan. "Saya menyampaikan kepada PSSI, kalau pertandingan ditunda dan diselenggarakan di tempat lain, PSM tidak akan ikut lagi," ujar Munafri di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (28/7).

Ucapan Munafri itu langsung disambut meriah oleh ribuan suporter PSM yang memenuhi stadion.

Pria berusia 43 tahun itu pun meminta suporter untuk tidak membuang tiket yang sudah di tangan karena akan ditukar dengan uang.

"Teknisnya akan diserahkan kepada panitia pelaksana pertandingan dan kalian tidak akan dirugikan sama sekali," kata Munafri kepada para pendukung skuat berjuluk Juku Eja.

Pertandingan kedua final Piala Indonesia 2018-2019 PSM Makassar melawan Persija, yang sedianya digelar di Makassar pada Minggu mulai pukul 15.30 WIB ditunda. PSSI menyebut keputusan itu diambil atas dasar keamanan dan kenyamanan.

Penundaan mendadak tersebut membuat para suporter PSM, yang datang dari berbagai wilayah di Sulawesi dan sudah berada di Stadion Andi Mattalatta sejak siang hari, kecewa.

Pentolan suporter PSM yang juga Panglima Laskar Ayam Jantan, Uki Nugraha, menolak anggapan Persija tidak aman berada di Makassar.

Kalau pun ditunda, Daeng Uki meminta agar laga leg pertama di Jakarta, ketika PSM kalah 0-1, juga harus dibatalkan.

"Hasil pertandingan itu harus dibatalkan dan melaksanakan laga di tempat netral," tutur dia.

Demi menenangkan suporter yang kecewa, manajemen PSM Makassar termasuk CEO Munafri, para pemain dan legenda klub menyapa para pendukung dengan masuk ke lapangan dan berjalan mengitari stadion.

Sumber : Antara