Ingin Terus Bahagia Bersama Sepak Bola, Eks Gelandang Bertahan PSIM Jalani Peran Baru

Dimas Priambodo-Harian Jogja - Ist.
22 Juli 2019 06:47 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Babak baru dijalani Dimas Priambodo, mantan gelandang bertahan PSIM Jogja. Dia kembali ke klub lamanya untuk menjalani pekerjaan baru sebagai asisten pelatih PSIM Jogja U-17.

"Saya tidak menyangka jika saya menjadi asisten pelatih U-17," kata Dimas kepada Harian Jogja, belum lama ini.

Menurut Dimas sejatinya dirinya tidak mengetahui jika kedatangannya ke Wisma PSIM Jogja sepekan lalu bakal mengubah jalan hidupnya. Sebab, awalnya dirinya datang ke Kantor Asosiasi Kota (Askot) PSSI Jogja yang berada di komplek Wisma PSIM Jogja untuk memenuhi permintaan Ketua Askot PSSI Kota Jogja, M Irham. "Ternyata saya direkomendasikan untuk menjadi asisten pelatih U-17. Saya terima tawaran tersebut dan saya juga sudah memaparkan program di depan manajemen," kata Dimas.

Bagi Dimas, menjadi asisten pelatih U-17 adalah sebuah sumbangsihnya kepada perkembangan sepak bola di Kota Jogja dan juga klub kebanggaannya, PSIM Jogja. Meski dari hati kecilnya, dirinya masih ingin tetap bermain sepak bola dan membela PSIM Jogja. Namun dengan banyaknya pertimbangan utamanya keluarga, Dimas mantap menerima tawaran dari manajemen PSIM Jogja.

"Hal terpenting bagi saya adalah tidak hilang dari dunia sepak bola. Karena sepak bola adalah sumber kebahagiaan bagi saya. Apalagi ini di PSIM," kata pria berumur 25 tahun ini.

Sebelum menjalani profesi barunya, pasang surut baik karier maupun kehidupan sempat dijalani oleh Dimas. Mulai bergabung dengan PSIM Jogja pada 2014 hingga 2018 tidak membuat Dimas terlena. Dimas memilih menjalani pekerjaan sampingan sebagai seorang wirausahawan di bidang kuliner, mulai dari berjualan jus hingga membuka dua outlet pisang dan ayam crispy.

Kendati disibukkan dengan usaha sampingan, Dimas tidak begitu saja melupakan dunia sepak bola. Dimas tetap melatih Sekolah Sepak Bola (SSB) MAS. Di SSB tersebut Dimas didapuk menjadi pelatih untuk anak-anak U-13. Selain itu Dimas juga telah mengantongi lisensi D dan berhak untuk melatih pemain usia muda. "Saya baru dapat lisensi D. Awalnya susah dan harus membiasakan diri. Apalagi saya biasa menjadi pemain tiba-tiba harus melatih. Namun seiring berjalannya waktu saya mulai terbiasa," kata Dimas.

Dimas mengaku sejauh ini dari sepekan menjalani profesi barunya ia melihat potensi luar biasa dimiliki oleh para pesepak bola muda dari Kota Jogja. Meski memiliki cakupan wilayah tidak luas, banyak bibit muda dari Kota Gudeg. "Apalagi sekarang didukung oleh manajemen PSIM Jogja yang lebih serius dalam pembinaan usia muda. Ini menjadi wadah pengembangan yang luar biasa," kata Dimas.