Sayap Elang Jawa Bagai Hantu, PSS Telan Kekalahan Perdana di Maguwoharjo

PSS versus PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (17/7/2019). - Harian Jogja/Jumali
17 Juli 2019 17:52 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Super Elang Jawa menelan kekalahan perdana di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Liga 1 2019 musim ini. PSS Sleman takluk 1-3 dari PSIS Semarang lantaran sayap-sayap anak asuh Seto Nurdiyantoro tak berfungsi dengan baik.

Cederanya Rangga Muslim Perkasa ternyata berakibat buruk. Irkham Milla gagal tampil konsisten. Setelah bermain bagus di dua pertandingan terakhir (saat PSS menang 2-1 atas Persebaya, Milla bahkan memasok asis untuk gol Haris Tuharea), penyerang sayap 21 tahun itu tampil bagai hantu saat melawan PSIS.

Dia bermain selama 67 menit sebelum digantikan Kushedya Hari Yudo. Dalam kurun waktu tersebut, rapor Milla merah. Dia tak mencatat umpan kunci dan hanya lima kali menyentuh bola di sepertiga akhir lapangan. Di sisi lain, Haris Tuharea yang mencetak tiga gol dalam dua laga terakhir PSS juga tampil melempem. Haris bermain lebih lama ketimbang Milla, hingga menit ke-86 sebelum digantikan Arsyad Yusgiantoro. Namun, catatan performanya jauh dari sempurna. Selain satu tembakan yang bisa diblok kiper PSIS Jandia Eka Putra di pertengahan babak pertama, sayap kiri 24 tahun itu hanya mencatat tiga operan, satu umpan kunci, dan dua dribel gagal di sepertiga akhir lapangan.

Keduanya gagal menjadi solusi alternatif untuk PSS ketika Brian Ferreira dimatikan oleh duo gelandang PSIS yang tambil sangat bagus: Patrick Mota dan Atrhur Bonai.

PSS unggul cepat pada menit ke-4 setelah Brian Ferreira melesakkan bola ke gawang Jandia Eka Putra dari sudut sempit setelah menerima umpan lemparan ke dalam Bagus Nirwanto. Setelah gol tersebut, PSS seperti tertidur. Serangan PSS hanya bertumpu pada Brian Ferreira. Gelandang serang Argentina tersebut dengan gampang dimatikan oleh Mota dan Arthur Bonai. Selama 45 menit, dia hanya mencatat satu dribel sukses, tanpa operan kunci, dan tiga kali dilanggar.

Meski Brian dimatikan dan sayap lunglai,  Super Elang Jawa masih bisa bertahan hingga menit ke-30 berkat soliditas lini belakang yang dilindungi Batata. Duo Asyraq Guffron dan Purwaka Yudi mampu membuat dua tekel, tiga blok, dan dua intersep untuk meredam serangan PSIS.

Namun, kegemilangan mereka tak cukup karena pemain PSIS pun tampil lebih gemilang. Kecemerlangan mereka dalam duel, tekel, dan intersep tak diimbangi antisipasi umpan silang. Dua dari tiga gol yang bersarang di gawang PSS lahir dari umpan silang yang dilepaskan dua fullback Mahesa Jenar.

Di menit ke-32, bek kanan Fredyan Wahyu melepaskan umpan lambung. Bola disambar Silvio Escobar dengan tandukan kepala dan tim tamu menyamakan kedudukan. Di menit ke-43, bola sepakan keras Silvio Escobar diblok kiper Try Hamdani, bola pantul malah mengenai tangan Asyraq Guffron. PSS dihukum penalti dan Wallace Da Costa sukses menjadi eksekutor dan PSIS berbailik unggul 2-1. PSS makin tenggelam di menit ke-46, penyerang sayap PSIS Bayu Nugroho mencetak gol tendangan voli setelah menyambat umpan tarik bek kiri Safrudin Tahar.

PSS pun harus membayar mahal performa buruk sayap mereka. Hasil 1-3 adalah kekalahan kedua PSS musim ini setelah hasil negatif di kandang Persija. Hasil ini sekaligus menjadi kekalahan perdana Super Elang Jawa di Maguwoharjo. Sebelum pertandingan, Bagus Nirwanto CS berada di peringkat keenam dengan 12 angka. Kini, PSS melorot di peringkat ketujuh, disalip PSIS Semarang yang melompat ke peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 14 angka.