Evaluasi Performa PSIM di Laga Terakhir Vlado: Sesuai Keinginan Hanya di Babak Pertama

Rudiyana merayakan gol ke gawang PSBS Biak di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (14/7/2019). - Harian Jogja/Jumali
14 Juli 2019 21:17 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, BANTUL—PSIM Jogja akhirnya mengakhiri rentetan dua kekalahan setelah menundukkan PSBS Biak dalam pertandingan pekan keempat Liga 2 2019 di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (14/7/2019) sore. Namun, performa Laskar Mataram secara umum belum cukup oke.

Sebiji gol PSIM Jogja lahir melalui tandukan striker Rudiyana pada menit ke-36. Eks penyerang Persis Solo itu dipasang sejak menit awal menggantikan Cristian Gonzales yang tampil tidak cukup bagus melawan Persik Kediri di pekan ketiga.

Vladimir Vujovic memasang skema berbeda di laga terakhirnya sebagai Pelatih PSIM.

Rudiyana dipasang bersama dengan Ichsan Pratama dan Rossi Noprihanis di lini depan. Ketiganya disokong Ade Suhendra, Raymond Tauntu dan Reza Saputra. Di lini belakang dipercayakan kepada Agung Pribadi, Ngurah Nanak, Heri Susilo dan Aditya Putra Dewa.

Tak cuma susunan pemain, PSIM juga memeragakan gaya berbeda dibandingkan dengan saat kalah 1-2 dari Persik Kediri. Kali ini, Laskar Mataram lebih banyak memainkan umpan pendek dan langsung menekan pertahanan dari PSBS Biak sejak awal babak pertama. Ade Suhendra berperan sentral sebagai pengatur serangan. Hanya pertahanan ketat PSBS yang mengandaskan peluang PSIM mencetak gol.

PSIM membuka kans pada menit ke-16 melalui Reza Saputra. Namun tendangan dari Reza masih mampu ditepis oleh kiper PSBS. Usaha Rosi Noprihanis di menit ke-20 juga masih jauh dari harapan.

PSIM mengubah kedudukan pada menit ke-36 setelah bola tandukan dari Rudiyana gagal diantisipasi oleh Yusak Samuel Redjauw. Rudiyana yang berdiri bebas langsung mengayunkan kepala menyambut bola umpan silang dari Aditya Putra Dewa yang menusuk dari sisi kanan pertahanan PSBS.

Setelah 1-0, PSIM terus menekan, sementara PSBS lebih banyak bertahan.

Di babak kedua, situasi berubah. Masuknya Yohanis Dungu, Denis Buiney, mengubah pola permainan PSBS. Tim tamu mampu mengurung pertahanan PSIM Jogja selama 20 menit babak kedua. Namun,buruknya penyelesaian akhir membuat usaha PSBS untuk menyamakan kedudukan masih gagal.

PSIM yang kewalahan akhirnya memakai formula yang membuat mereka takluk dari Persik Kediri, yakni umpan panjang. Permainan PSIM mulai membaik pada menit ke-77, setelah PSBS dipaksa main 10 pemain. Patrison Lucky Rumere diusir setelah menerima kartu kuning kedua.

Vlado kemudian memasukkan Cristian Gonzales pada menit ke-86. Namun, usaha untuk menambah keunggulan selalu gagal. El Loco beberapa kali terjebak offside. Hingga waktu berakhir, skor tak berubah.

Vlado puas dengan permainan tim di babak pertama, tetapi kurang sreg dengan situasi di babak kedua.

“Kami sedikit berbeda dan goyang dalam disiplin pertahanan. Saya pikir kami sedikit menurun di babak kedua. Dengan hasil ini saya ucapkan terima kasih kepada pemain yang sudah bekerja keras,” ujar Vlado seusai pertandingan.