PSS Siapkan Strategi Khusus untuk Redam Persebaya, Batata Bisa Jadi Figur Kunci

Batata - Harian Jogja/Jumali
12 Juli 2019 17:12 WIB Budi Cahyana & Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro sudah memiliki stretegi khusus untuk meredam aliran serangan Persebaya kala kedua tim bertemu pada pertandingan pekan kedelapan Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (13/7/2019) malam.

Persebaya sebenarnya tampil tanpa ujung tombak Amido Balde yang jatuh sakit. Namun, ketiadaan Balde malah membuat Seto lebih hati-hati karena muara serangan Bajul Ijo bisa menyebar.

“Secara kualitas pemain dan tim, Persebaya lebih baik daripada kami. Tanpa atau dengan Amido Balde, Persebaya sama. Justru, tanpa Balde, serangan mereka akan lebih bervariasi. Tujuan serangan tak hanya ke Balde,” ujar Seto, Jumat (12/7/2019).

PSS dan Persebaya memainkan pola yang sama, 4-3-3. Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman biasa memainkan Balde dan striker Tajikistan Manuchekhr Nasrulloyevich Dzhalilov secara bersamaan meski keduanya punya tipe mirip, yakni penuntas serangan. Jika main bersama, Balde menjadi ujung tombak dan Dzhalilov digeser menjadi penyerang sayap. Tanpa Balde, Dzhalilov digeser ke tengah, sedangkan penyerang sayap kanan akan diisi Irfan Jaya dan sayap kiri ditempati Osvaldo Haay. Suplai serangan akan berasal dari gelandang serang Argentina Damian Lizio yang disokong Misbakus Solikin.  Keduanya dibantu dua fullback, Ruben Sanadi di kiri dan Novan Setya di kanan.

Seto akan meminta akan asuhnya fokus memutus aliran serangan dari lini tengah kepada trio Osvaldo Haay, Dzhalilov, dan Irfan Jaya. Rencana yang dia susun adalah mematikan pergerakan Damian Lizio dan Misbakus Solikik serta duet Novan Setya serta Ruben Sanadi.

Komposisi lini tengan Super Elang Jawa pun kemungkinan besar akan berubah.Gelandang bertahan Batata, yang menjalani debut untuk PSS kala menghadapi Kalteng Putra, Minggu (7/7/2019) lalu bisa menjadi sosok kunci.

Di tiga pertandingan terakhir, yakni menghadapi Bhayangkara FC, Persija Jakarta, dan Kalteng Putra, PSS hanya memainkan satu gelandang bertahan: Wahyu Sukarta.

Wahyu Sukarta dan gelandang serang Brian Ferreira tak tergantikan di lini tengah. Seto selalu merotasi gelandang tengah pendamping Wahyu dan Brian. Saat menghadapi Persebaya, Seto memainkan Sidik Saimima, kala menghadapi Persija, Ricky Kambuaya yang dipasang. Adapun kala melawan Kalteng Putra, giliran Dave Mustaine main sejak menit pertama.

Dengan rencana memutus aliran bola ke lini depan Persebaya, PSS kemungkinan akan memainkan dua gelandang bertahan dan satu gelandang serang. Batata punya kans besar untuk ditandemkan dengan Wahyu Sukarta sebagai double pivot yang melindungi kuartet lini belakang PSS. Batata baru main 22 menit musim ini, yakni saat masuk menggantikan Brian Ferreira kala PSS sudah unggul 2-0 atas Kalteng Putra, Minggu lalu.

Gelandang asal Brasil yang lama dibekap cedera ini tampil tak terlalu buruk, meski juga tak terlalu bagus. Sepanjang 22 menit, dia hanya mengoper tiga kali. Kemampuan utamanya adalah berduel dan membaca aliran serangan lawan. Melawan Kalteng Putra, Batata dua kali mencatat pelanggaran dan dua kali merebut bola.

Performa seperti ini bisa berguna untuk mematikan pergerakan gelandang Persebaya. Keberadaan Batata juga bisa membuat lini tengah PSS lebih rapat.

Longgarnya ruang di pusat permainan menjadi keluhan Seto saat PSS bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC dan kalah 0-1 dari Persija. Menurut Seto, jarak antarpemain, terutama di babak pertama, sangat longgar sehingga lini belakang terekspos. Batata bisa menjadi solusi atas masalah ini. Jika gelandang bertahan bisa melindungi lini belakang, barisan serangan PSS akan lebih leluasa dalam mengembangkan permainan dan menciptakan peluang mencetak gol.