Ricuh di Pintu SUGBK, Seorang Suporter Persija Hilang

Suporter Persija menerikan yel-yel saat pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/7/2019). - Antara/Hafidz Mubarak A
10 Juli 2019 20:52 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Seorang suporter Persija asal Tangerang, Banten, Agus Noor Ariyanto, 24, kehilangan adiknya, Ilham Kusuma, 16, seusai ricuh di pintu 18 Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/7/2019) sore.

"Kejadiannya sekitar jam 17.40 WIB beberapa saat setelah pertandingan selesai. Adik saya hilang dibawa orang tidak dikenal," kata Agus di area parkir Stadion Utama GBK Jakarta.

Warga Kecamatan Jatiuwung, Tangerang itu mengisahkan pemicu keributan sesamaJakmania yang melibatkan adiknya di pintu 18 stadion. Seusai pertandingan berakhir, Agus memotret Ilham di tengah tangga pintu keluar 18 menggunakan kamera DSLR miliknya.

"Saya baru membidik adik saya. Lalu ada dua orang yang saya tidak kenal nyamperin adik saya nanyain atribut Persija, karena saya dan Ilham hanya memakai pakaian kaus polos ditutup jaket hitam dan celana jeans," kata Agus.

Orang yang tidak dikenal itu menuding kakak beradik ini sebagai wartawan. Mereka meminta tidak ada dokumentasi apa pun dalam kericuhan itu.

"Handphone adik saya diminta, tapi adik saya tidak kasih, lalu terjadi tarik menarik HP dan jaket," kata Agus.

Keributan kecil ini memancing perhatian ratusan suporter lainnya di pintu keluar 18 sehingga keributan lebih besar pun pecah.

Suporter saling dorong di anak tangga sehingga suasana menjadi kacau balau. "Jangan ada yang dokumentasikan. Jangan ada HP," teriak sejumlah suporter.

Di tengah keributan, Agus kehilangan konsentrasinya memantau sang adik.

"Saya cari adik saya tidak ada. Ada yang bilang adik saya dibawa ke kamar mandi. Tapi saat saya berusaha mencari, saya diusir keluar dari stadion," kata Agus.

Sejumlah petugas berseragam polisi menggunakan motor trail dan beberapa anggota Brimob langsung mendekat untuk membubarkan massa.

Agus pun melaporkan kejadian itu kepada petugas keamanan di pos terdekat.  

Sumber : Antara