Brian Ferreira Harus Lebih Kalem Menghadapi Persebaya karena Tak Ada Pemain Sekreatif Dia di PSS

Brian Ferreira - Harian Jogja/Jumali
08 Juli 2019 17:12 WIB Jumali & Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemain PSS Sleman, terutama Brian Ferreira, harus tampil lebih kalem kala menjamu Persebaya Surabaya pada laga pekan kedelapan Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (13/7/2019) akhir pekan ini. Sikap tenang sangat diperlukan karena banyak penggawa PSS rentan terkena hukuman akumulasi kartu. Selain itu, barisan lini depan diminta lebih sangkil lagi di depan gawang.

Saat menang 2-0 atas Kalteng Putra di pekan ketujuh, Minggu (7/7/2019) malam, enam pemain PSS diganjar kartu kuning; Rangga Muslim, Alfonso de La Cruz, Brian Ferreira, Try Hamdani, Yevhen Bokhashvili, dan Derry Rachman.

Rangga dan Alfonso sudah pasti absen melawan Persebaya karena telah mengantongi tiga kartu kuning. Brian Ferreira harus hati-hati karena sudah mengantongi dua kartu kuning. Jika terkena kartu kuning kala melawan Persebaya, gelandang serang Argentina ini akan absen saat PSS menjamu PSIS Semarang, Kamis (17/7/2019). Absennya Brian akan sangat merugikan karena dia adalah motor serangan utama Super Elang Jawa. Dalam enam pertandingan, Brian selalu dimainkan sebagai seconda punta di belakang prima punta Yevhen Bokhashvili. Nyaris di semua laga, pemain 25 tahun ini selalu menjadi poros kreativitas paling krusial. Sejauh ini, Brian mencatat rata-rata 2,3 tembakan per laga, 1,8 dribel sukses per laga, dan tiga operan kunci per laga. Tak ada pemain sekreatif dia di PSS Sleman saat ini.

Jika sampai Brian absen, PSS bisa kesulitan. Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoto mengatakan sikap tenang mutlak dimiliki anak asuhnya agar tak ada lagi pemain yang dihukum kartu kuning lantaran tak bisa mengendalikan emosi.

“Ini sangat riskan. Kami akan ingatkan ke pemain,” kata Seto, Senin (8/7/2019).

Selain menghindari kartu kuning, ketenangan juga dibutuhkan ketika menuntaskan serangan.

Berdasasarkan catatan Harian Jogja di dua laga terakhir, PSS Sleman mencoba 24 kali membawa bola ke sepertiga akhir lapangan dan melepaskan sembilan percobaan tembakan, kebanyakan terjadi di babak kedua, saat kalah dari Persija Jakarta. Di pertandingan ini Super Elang Jawa sama sekali tak bisa membuat gol.

Sementara, ketika mengalahkan Kalteng Putra, PSS mencoba 21 kali membawa bola ke sepertiga akhir lapangan dan enam kali mencoba melepaskan tembakan, kebanyakan justru di babak pertama. Meski minim serangan dan tembakan, anak asuh Seto malah bisa mencetak dia gol di laga ini.

“Pemain harus bisa memanfaatkan peluang. Meski minim, tetapi harus lebih berbahaya. Ini yang akan kami perbaiki,” ucap Seto.