PSS Kudu Waspada karena Kalteng Putra Justru Main Lebih Baik di Kandang Lawan

Ilustrasi suporter PSS Sleman - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
05 Juli 2019 21:02 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengabaikan keuntungan yang didapatkan oleh timnya saat dijamu oleh Kalteng Putra pada pekan ketujuh Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (7/7/2019) sore. Menurut Seto, Kalteng justru sangat kuat saat main di kandang lawan.

“Main tandang rasa kandang, ada plus dan minusnya. Dengan bermain di hadapan publik sendiri, ini menambah motivasi pemain dan tidak menjadi beban. Ada untungnya karena kami main di Stadion Maguwoharjo. Tetapi Kalteng main away bagus mainnya. Ini bahaya. Kalteng dua kali main di kandang dua kali kalah, dan dua kali menang di away,” kata Seto seusai memimpin jalannya latihan di lapangan YIS, Jumat (5/7/2019) sore.

Rekor Kalteng Putra di laga tandang memang cukup bagus. Dari tiga laga tandang, Kalteng Putra bisa meraup tujuh poin, yakni berkat kemenangan 2-1 di kandang PSIS dan 2-1 di kandang Barito Putera serta hasil imbang 1-1 di kandang Persebaya. Sementara, rekor kandang tim musafir tersebut malah jelek. Dari tiga partai home di Stadion Sultan Agung Bantul, Kalteng Putra hanya mendapat satu poin, yakni hasil imbang 2-2 kala menjamu Bali United. Sementara, di dua laga kandang lainnya, Kalteng Putra keok, yakni 0-1 kala menjamu Borneo dan Badak Lampung FC.

Seto memperingatkan anak asuhnya untuk waspada karena Kalteng mengusung permainan menyerang di bawah asuhan Gomes de Olieviera.

“Kami perbaiki kekurangan kemarin. Meski hanya punya persiapan yang sangat singkat ini. Kami juga harus memikirkan pemulihan pemain dan strategi,” terang Seto.

Kekurangan paling menonjol PSS adalah perfoema buruk di babak pertama. Ini terlihat dalam dua laga terakhir, yakni kala seri 1-1 melawan Bhayangkara FC dan kalah 0-1 dari Persija Jakarta.