Copa America 2019: Messi Terjepit, Coutinho Melejit

Lionel Messi - Reuters/Dylan Martinez
02 Juli 2019 20:37 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Lionel Messi adalah dewa di Barcelona. La Pulga telah memecahkan hampir semua rekor sepanjang masa tim raksasa Catalan. Di sisi lain, Philippe Coutinho tidak lebih dari seorang pesakitan di skuat Blaugrana, julukan Barcelona.

Sejak dibeli dari Liverpool dengan embel-embel pemain termahal ketiga di dunia pada Januari 2018, Coutinho belum menunjukkan tajinya. Teriakan dan cemoohan dari fans Barcelona tak jarang memekakkan telinga Coutinho saat pemain asal Brasil itu turun di lapangan.

Dua pemain ini seolah bertukar peran saat membela negara masing-masing di Copa America 2019. Ketajaman dan kejeniusan Messi bersama Barca belum tercium bersama Argentina dalam empat laga pembuka.

Total, La Pulga hanya melesakkan satu gol, itu pun dari titik penalti ketika Argentina ditahan Paraguay 1-1. Dia juga tidak melepaskan satu pun assist, yang menjadi "makanan empuk" sehari-harinya bersama Barca.

Messi bahkan nyaris tidak memiliki kontribusi apa-apa kepada La Albiceleste saat menyingkirkan Venezuela 2-0 pada perempat final lalu. Media Argentina, Ole, edisi online menyebut Messi "menghilang" dalam pertandingan itu.

"Saya tidak berada di level terbaik, saya tidak bermain sebagaimana yang saya harapkan. Saya tidak menampilkan yang terbaik dari diri saya pada Copa America ini," ujar Messi mengakui performa buruknya seusah timnya menundukkan Venezuela, seperti dikutip new18.com, Senin (1/7/2019).

Justru, pemain Argentina lainnya yang menjadi aktor kesuksesan La Albiceleste ke babak empat besar. Padahal, pamor mereka kalah jauh dibandingkan Messi. Pergerakan Juan Foyth di posisi bek kanan Argentina tak terhentikan. Sementara Lautaro Martinez seolah tak pernah kehabisan energi dan memiliki senjata sentuhan akhir yang tajam.

Menurut data Whoscored, Coutinho merupakan pemain dengan rating tertinggi di antara pemain Brasil dan Argentina sepanjang Copa America 2019. Coutinho meraup nilai 8,14. Sedangkan posisi kedua diduduki Dani Alves dengan 7,75 dan Messi hanya berada di urutan kesembilan dengan nilai 7,19.

Sebaliknya, Coutinho justru moncer bersama Brasil pada turnamen tertua di dunia tersebut tahun ini. O Magico, julukannya, menyokong dua gol dan satu assist untuk Brasil sepanjang Copa America 2019. Apakah "dunia terbalik" Messi dan Coutinho ketika bermain untuk klub dengan negara itu bakal berlanjut tatkala Argentina melawan Brasil pada semifinal Copa America 2019 di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Rabu (3/7/2019) pukul 07.30 WIB?

Duel superelclasico itu sekaligus mempertaruhkan kredibilitas Messi dan Coutinho di lapangan rumput. Messi perlu membuktikan bahwa kemoncerannya cuma milik Barcelona. Sedangkan Coutinho harus membalas orang-orang yang menyorakinya dengan tampil gemilang dengan Brasil.

Tapi, Messi tetaplah Messi. Pemain jenius kelahiran Rosaria, Argentina ini, tak mustahil bisa menjadi pembeda pada superclasico di Mineirao. Bahkan, bek Brasil, Thiago Silva, sudah berancang-ancang membelenggu pergerakan La Pulga.

"Dia pemain terbaik di dunia dan dia masih bisa bangkit. Kami harus memperlakukannya dengan spesial. Terkadang dia berjalan saat main, nammun selalu mencari ruang untuk serangan balik," ungkap Silva, seperti dilansir sports.yahoo.com. 

Sumber : JIBI/Solopos