Manajer Umum PSS Junior Dipukuli Suporternya

Logo PSS Sleman. - Ist
22 Juni 2019 17:37 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Nasib nahas dialami oleh Manajer Umum PSS Sleman Junior, Johannes Sugianto, Jumat (21/6/2019), di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Alih-alih menanyakan hasil penjualan tiket pertandingan yang ditangani oleh BCS saat PSS menjamu Arema FC di laga pembukaan Liga 1 2019, Pak Jo-panggilan akrab Johannes Sugianto justru mendapatkan bogem mentah dari oknum suporter.

Padahal, tindakan Pak Jo untuk menanyakan hasil penjualan tiket tersebut sudah sesuai dengan koordinasi dan komunikasi dengan manajemen. Karena hingga Jumat (21/6/2019), manajemen PSS belum menerima laporan hasil dari penjualan tiket yang ditangani BCS.

Insiden sendiri terjadi di dalam Stadion Maguwoharjo usai pertandingan PSS Sleman melawan Bhayangkara FC yang berakhir imbang 1-1.

Saat itu, Pak Jo, tengah berbicara dengan pengurus PSS lainnya di pinggir lapangan di dekat para pemain dari kedua tim biasa berdiri sebelum memasuki lapangan.

Tiba-tiba sekitar empat atau lima orang oknum suporter yang tidak menggunakan ID mendatanginya. Salah seorang di antara mereka kemudian memukul Johannes yang mengakibatkan terjatuh.

Meski dipukul pada bagian pinggang, Johannes masih bersabar. Saat hendak berbicara, tiba-tiba dari sisi kanan ada oknum suporter yang kembali memukulnya di bagian telinga. Insiden itu berlangsung cepat dan kemudian dilerai.

Usai mengalami penganiayaan, Johanes kemudian melaporkan insiden itu ke Polda DIY. Dia juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Meski diminta untuk dirawat lebih lanjut di rumah sakit, namun Johannes memilih untuk pulang malam itu juga.

"Saya masih merasakan sakit di bagian tulang rusuk dan telinga. Kepala masih terasa pusing dan pundak terasa kaku,” kata Johannes, Sabtu (22/6/2019).

“Dari pemeriksaan, dokter mengatakan ada tulang rusuk yang retak meski sedikit. Jadi saya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," jelas Johannes.

Perihal ‘uang BCS' Johannes menjelaskan bila dirinya diminta bantuan oleh manajemen untuk menanyakan hasil penjualan tiket pertandingan saat PSS menjamu Arema FC di laga pembukaan Liga 1. Sebab, manajemen belum menerima laporan hasil dari penjualan tiket yang ditangani BCS.

"Berhubung saya dekat dengan beberapa teman di BCS, salah satunya asisten manajer tim U-16, saya pun meminta tolong melalui dia untuk menanyakannya. Mereka yang mengelola pun bisa menjelaskannya kenapa belum masuk laporannya," tandas Johannes.

"Yang saya heran kenapa mereka bisa bebas masuk. Padahal, petugas yang menjaga pintu sangat ketat. Wartawan yang punya ID card saja tidak boleh masuk," lanjutnya.