Pasoepati Boikot Seluruh Laga Persis Solo, Kecuali Lawan PSIM

Pasoepati merayakan kemenangan Persis Solo - JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
21 Juni 2019 21:32 WIB Ivan Andimuhtarom Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO - Suporter Persis Solo di Kota Solo sepakat memboikot laga kandang maupun tandang yang dijalani Persis musim 2019 kecuali laga Derbi Mataram melawan PSIM Jogja. Sikap itu merupakan bentuk ketidakpuasan suporter kepada manajemen Persis.

Keputusan ini diambil dalam acara diskusi dan halal bihalal yang diselenggarakan DPP Pasoepati di Grand Sae Hotel, Kamis (20/6/2019) malam. Ada empat poin kesepakatan yang muncul dalam pertemuan tersebut. Pertama, memboikot semua laga Persis Solo pada kompetisi musim 2019 baik laga home maupun away, kecuali laga Derbi Mataram.

Kedua, tidak membuka komunikasi dengan manajemen. Ketiga, bersama semua elemen suporter Solo membentuk tim satgas untuk menyikapi kondisi Persis Solo. Keempat, bertemu dengan pemangku kepentingan (Askot PSSI Kota Solo dan Pemkot Solo) dalam waktu dekat.

Kritik keras suporter pada manajemen mulai pecah saat Persis kembali gonta-ganti manajer jelang kompetisi bergulir. Saat itu Setiawan Muhammad secara mendadak diganti Catur Prasetya. Amarah suporter kian meluap setelah Persis lebih memilih menggelar launching di Kota Madiun ketimbang di Solo. 

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, secara terang-terangan mengatakan suporter sudah jengah dengan manajemen. Mereka menginginkan adanya pemilik baru yang mampu merealisasikan janji. 

“Pemilik dulu menjanjikan beberapa hal seperti Persis naik kasta dan transparansi manajemen. Tapi selama tiga tahun terakhir, prestasi dan kondisi Persis semakin menurun,” katanya saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Jumat (21/6/2019).

Lelaki yang akrab disapa Rio itu menyebut empat poin yang muncul dalam diskusi tersebut turut melibatkan elemen suporter lain seperti Surakartans. Meski demikian, sikap resmi DPP Pasoepati akan ditentukan setelah rapat internal pekan depan.

“Keputusan resmi DPP Pasoepati kemungkinan besar tak jauh berbeda dengan notulensi diskusi karena itu juga usul dari teman-teman korwil,” jelasnya.

Ia mengatakan kelompok suporter lain juga sepakat untuk melakukan boikot. Namun menurutnya, mereka belum berani berikrar. “Pada prinsipnya mereka siap untuk tak membuka tur away maupun home, tak menjual tiket presale, dan tak menganjurkan anggota mereka datang ke stadion untuk menonton.”

Walau demikian, Pasoepati tetap cinta kepada Persis Solo. Saat Persis melakoni laga, Pasoepati tetap akan menggaungkan tanda pagar (tagar) #PersisDay sebagai bentuk dukungan moral kepada para pemain. “Hanya, kami memang tak akan datang ke stadion,” tambahnya.

Perwakilan Surakartans, Adith, membenarkan pihaknya memang tak berikrar memboikot Persis. Namun, sejak dulu sampai sekarang pihaknya berusaha melakukan gerakan yang efektif dan efisien.

“Sejak sebelum launching tim di Madiun, kami sudah mengambil sikap tak datang ke Madiun. Tapi kami tak bisa melarang. Kami hanya bikin pengarahan ke anak-anak Surakartans,” kata dia.

Sumber : JIBI/Solopos