Ditahan Seri Bhayangkara, Performa Lini Tengah PSS Sleman Jadi Catatan Pelatih

Penyerang PSS Rangga Muslim (kiri) berebut bola dengan bek Bhayangkara FC Anderson Salles. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
21 Juni 2019 19:22 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro menyoroti lemahnya tekanan oleh para pemainnya kala ditahan imbang Bhayangkara FC pada laga pekan kelima Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (21/6/2019).

Menurut Seto, pada babak pertama, penampilan Bagus Nirwanto dan kawan-kawan jauh dari harapan. Lini tengah PSS tampil buruk. Barisan gelandang, yakni Wahyu Sukarta, Sidik Simima, dan Brian Ferreira kalah kualitas dan pengalaman dibandingkan dengan trio gelandang Bhayangkara FC: Flavio Beck, Nur Iskandar, dan Lee Yoo Jon.

PSS dan Bhayangkara sama-sama memainkan 4-3-3. Bedanya, PSS menempatkan satu poros, yakni Wahyu Sukarta persis di depan back four. Adapun Bhayangkara lebih fleksibel. Yoo Jon dan Flavio Beck sama-sama bagus dalam menyerang maupun bertahan.

Menurut Seto, jarak antarpemain PSS di lini tengah sangat longgor dan tekanan terhadap lawan juga sangat rendah. Skema permainan tak berjalan semestinya. Masalah jarak antarpemain dan tekanan yang tidak tinggi sangat jelas terlihat ketika Super Elang Jawa kebobolan di menit ke-15. Wahyu Sukarta telat menutup pergerakan Flavio. Sidik Simima pun tak bisa membaca ke mana arah lari Flavio. Akibatnya, Flavio berdiri bebas menyambut umpan Ilham Udin dan menjebol gawang PSS.

“Saya sudah ingatkan sebelum pertandingan, lawan yang memegang bola harus ditekan. Sebelum gol terjadi sudah diingatkan, tetapi situasi di permainan, apa yang diinstruksikan pasti berubah. Ini yang membedakan [PSS dan Bhayangkara]. Kualitas pemain dan pengalaman bermain. Mereka enak bermain dan banyak pengalaman. Ini jadi pengalaman kami,” ucap Seto.

Di babak kedua, Seto memasukkan Dave Mustaine dan menarik keluar Sidik Saimima. Lini tengah lebih hidup karena Dave lebih sering berduel dan menekan gelandang Bhayangkara FC. Namun, menurut Seto, anak asuhnya tak bisa maksimal karena persoalan kebugaran. “Kami apresiasi pemain karena ada banyak yang tidak fit dan di bawah performa, tetapi mereka masih mau berjuang,” kata Seto.

Seto mengungkapkan kebugaran pemain PSS sangat berpengaruh terhadap kreativitas di lini tengah. “Ini membuat kami sedikit menciptakan peluang.”

PSS lolos dari kekalahan karena kecerobohan kiper Bhayangkara FC Wahyu Tri Nugroho yang tak sempurna menyapu bola. Yevhen Bokhashvili kemudian menyamakan kedudukan lewat tendangan akurat dari luar kotak penalti.