Janji Ferry Anto Memberikan Domba Garut kepada Eks Kapten PSS Hilang Bersama Ombak Pantai Selatan

Ferry Anto - JIBI/Dok
20 Juni 2019 16:32 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Hilangnya mantan penyerang Persis Solo dan PSS Sleman, Ferry Anto Eko Saputro, lantaran terseret ombak Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul, Kamis (20/6/2019) pagi menyisakan duka yang mendalam untuk rekan-rekannya.

Anang Hadi Saputra, pria yang kini menjadi asisten pelatih PSS Sleman U-20, sangat terkejut begitu mengetahui berita hilangnya Ferry Anto.

“Saya tidak menyangka jika itu dirinya. Sampai pukul 09.10 WIB, di Whatsapp Storie-nya dia masih menggunggah aktivitasnya bersama dengan keluarga di Pantai Baru, Bantul, DIY,” kata Anang kepada harianjogja.com, Kamis (20/6/2019) siang.

Sebelum insiden tersebut, Anang Hadi masih sempat berkomunikasi dengan Ferry Anto. Ferry yang baru saja pulang dari mudik di Garut berjanji bertemu dengan Anang Hadi, pada Kamis (20/6/2019) sore, dan akan membawakan daging domba dari Garut.

“Dia mengabari jika ada di Jogja. Seperti biasanya dan dia janji membawakan aku dagung domba Garut,” terang Anang Hadi.

Duka juga dirasakan oleh mantan pemain PSIM Jogja dan Persis Solo Bayu Andra Cahyadi. Mantan kapten Persis Solo 2018 lalu, Bayu Andra menuliskan harapan agar Ferry Anto dan putrinya bisa segera ditemukan.

“Mohon doa semua, semoga Ferry Anto lekas ditemukan,” tulis Bayu Andra.

Ferry Anto sempat memperkuat PSS Sleman pada kompetisi Divisi Utama 2010/2011. Bersama dengan pemain asal Solo lainnya, yakni Tri Handoko, Ferry Anto yang dikenal dengan rambut gondrongnya menjadi tulang punggung PSS Sleman di lini depan.

Di Persis Solo, Ferry Anto mulai menjalani debutnya pada 2004, lalu bergabung lagi di musim 2009, kemudian 2011 hingga akhirnya pensiun pada 2016.

Dia juga sempat berkarier di beberapa klub lainnya Seperti Persebi Boyolali, Persiharjo Sukoharjo, PS Palembang, Persibat Batang. Ferry Anto sendiri memutuskan gantung sepatu pada usia 31 tahun. setelah pensiun, dia memilih berbisnis baju muslim di Kartasura dan Purwodadi.

Ferry Anto hilang tertelan ombak Pantai Baru bersama anaknya yang berusia tujuh tahun Freya Fajrina Dwi.

Keluarga Ferry Anto yang bermukim di Sedahromolor RT 3, RW 7, Kartosuro, Solo, Jawa Tengah, berlibur di Pantai Baru, Kamis (20/6/2019) pagi bersama rombongan dari Solo yang berjumlah delapan orang. Ferry mengajak anak-anaknya.

Koordinator Search and Rescue (SAR) Wilayah 4 Bantul, Dwi Riaspamuji mengatakan di Pantai, empat orang bermain air.  Saat itu, Ferry Anto bersama Freya, Felicia (anak pertama Ferry), dan dua keponakannya berjalan di bibir Pantai Baru sekitar pukul 08.15 WIB.

Personel Tim SAR sudah memperingatkan agar mereka tak terlalu dekat dengan air laut karena kondisi sedang pasang. Tak lama kemudian gelombang tinggi ombak muncul sekitar pukul 08.30 WIB dan menyapu mereka.

Ferry yang saat itu tengah menggendong Freya berhasil melempar Felicia menjauh dari ombak sehingga anak pertamanya itu selamat. Dua keponakan Ferry (Afdal Firmansyah, 11, dan Shela, 11) kemudian berhasil diselamatkan tim SAR. Namun Ferry dan Freya tersapu ombak dan hilang.

Saat bermain air keempatnya tergulung ombak. Ferry Anto berusaha menolong, tetapi ikut terseret. Anggota SAR yang sedang berjaga langsung melakukan pertolongan. Tiga orang yang diselamatkan adalah Shela dan Afdal dan A. Rohimah, 30.

“Tiga korban berhasil diselamatkan, dua korban masih dalam pencarian,” kata Dwi.

Saat ini Tim SAR bersama TNI Angkatan Laut, Ditpolair Polda DIY, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, PMI, dan sejumlah sukarelawan masih mencari Ferry Anto dan anaknya. Ferry Anto memperkuat PSS Sleman pada musim 2010-2011, dia kemudian hijrah ke Persis Solo dan gantung sepatu pada 2016.