84 Orang Dikerahkan untuk Cari Ferry Anto & Anaknya yang Hilang di Laut Selatan

Ferry Anto - JIBI/Solopos/Dok
20 Juni 2019 23:17 WIB Ujang Hasanudin Sepakbola Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Tim SAR gabungan mencari eks pemain PSS Sleman dan Persis Solo, Ferry Anto Eko Saputro, dan anaknya Freya Fajrina Dwi, 7, yang tertelan ombak Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul, hingga wilayah Kulonprogo. Sedikitnya 84 orang dikerahkan untuk mencari Ferry dan Freya.

“Sampai malam ini 84 personel yang bergabung di tim pencarian masih menyisir pantai,” kata Koordinator Satlinmas Wilayah 4 Bantul,  Dwi Riaspamuji,  melalui sambungan telepon, Kamis (20/6/2019) malam.

Dwi Riaspamuji mengatakan Tim SAR dibagi dalam tiga regu dan mulai menyisir dari bibir Pantai Cangkring hingga muara Kali Progo. Hingga pukul 22.40 WIB, Ferry dan Freya belum ditemukan.

Sebanyak 84 personel pencarian meliputi anggota SAR Pantai Samas - Pantai Baru, BPBD Bantul,  Polair DIY, TNI AL, SAR MTA, PMI, Code X, Conside Condution,  For Jogja, Rescue 79 Kartosuro, dan sejumlah keluarga korban juga ikut mencari.

Dwi Riaspamuji mengatakan pencarian akan dilanjutkan besok apabila sampai lewat tengah malam ini belum membuahkan hasil.

Eks pemain PSS Sleman dan Persis Solo, Ferry Anto Eko Saputro, dan anaknya Freya Fajrina Dwi, 7, tertelan ombak Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul Kamis (20/6/2019) pagi.

Ferry dan Freya hilang di area palung ketika gelombang sedang tinggi dan bikin ciut nyali nelayan. “Tempat mereka berdua terbawa ombak ada di area palung,” kata anggota SAR Wilayah 4 Bantul, Yanuri, Kamis malam.

Di kawasan tersebut, menurut dia, terdapat informasi berupa bendera dan tulisan peringatan bahaya.

Dwi Riaspamuji, mengatakan Kamis pagi ombak memang sedang pasang dengan ketinggian antara tiga sampai empat meter. Nelayan pun tidak berani melaut.

Ferry dan anak bungsunya terbawa ombak sekitar pukul 08.35 WIB. Kejadian itu bermula saat Freya dan kakaknya Felicia Shafira, 12, serta dua keponakan Ferry, yakni Afdal Firmansyah, 11, dan Ai Rohima sedang bermain air di bibir pantai. Namun, tiba-tiba ombak besar datang dan menggulung keempatnya.

Seketika Ferry langsung menolong. Kemudian dia disusul sejumlah anggota Tim SAR Wilayah 4 Bantul, dan beberapa warga yang berada di sekitar pantai. Ferry berhasil menarik dan melempar Felicia. Tim SAR juga berhasil menolong dua korban lainnya. Namun nahas saat meraih anak bungsunya, Ferry justru ikut terseret ombak.

Menurut Koordinator SAR Wilayah 4 Bantul, Dwi Riaspamuji, Ferry sudah memeluk Freya. Namun ombak besar datang sehingga mereka semakin terbawa ke tengah lautan. Anggota SAR yang melakukan pertolongan tidak ingin mengambil resiko, terlebih peralatan penyelamatan hanya berupa pelampung dan tali.

“Akhirnya yang bisa diraih terlebih dahulu yang diselamatkan,” kata Dwi Riaspamuji.