Punya Rp350 Miliar Hasil Melantai di Bursa, Bali United Bisa Boyong Pemain Kelas Dunia

CEO PT Bali Bintang Sejahtera Tbk Yabes Tanuri (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djayadi (kiri), dan pemain Bali United Irfan Bachdim, seusai pencatatan perdana saham perseroan, di Galeri BEI, Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
17 Juni 2019 19:42 WIB Ahmad Rifai Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Bali United sukses meraup dana segar Rp350 miliar atau setara 21,72 juta euro setelah melantai di Bursa Efek Indonesia, Senin (17/6/2019). Dengan fulus sebesar itu, Serdadu  Tridatu bisa memboyong pemain-pemain dari klub besar Eropa.

Emiten berkode BOLA itu tercatat melepas 33,33% sahamnya dengan harga penawaran Rp175 per saham. Setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham Bali United langsung melejit 69,14% dan mengalami auto rejection atas (ARA). 

Dana segar yang berhasil dikantongi PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. perusahaanpengelola Bali United, memang bukan untuk belanja pemain bintang, tetapi digunakan untuk meningkatkan fasilitas stadion.

Namun, apabila perusahaan bertekad membeli pemain yang berlaga di kompetisi Eropa, mereka punya modal yang cukup. Ini pemain yang bisa dibeli Bali United dengan dana hasil IPO.

Adam Lallana

Dengan dana Rp350 miliar yang setara 21,72 juta euro, Bali United bisa saja mendatangkan Adam Lallana, pemain dari Liverpool yang menjadi juara Liga Champions musim 2018/2019.

Kesempatan bermain yang minim pada musim 2018/2019 membuat pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini tengah menghadapi situasi sulit di Anfield. Mantan pemain Southampton itu hanya mengoleksi 568 menit bermain dari hasil merumput sebanyak 16 kali di berbagai ajang.

Lallana dikabarkan kalah bersaing dengan sederet gelandang jempolan Liverpool. Saat ini kontraknya tersisa setahun. Jika Bali United tertarik, mereka bisa memboyong Lallana dengan harga 15 juta euro atau Rp241,56 miliar.

Erik Lamela

Erik Lamela sebenarnya punya performa yang terbilang apik sebelum akhirnya harus menepi sejenak kala mengalami cedera hamstring.

Ia turut berkontribusi meloloskan The Lily White ke Final Liga Champions ketika bermain pada leg II padahal sebelumnya ia diprediksi tidak dapat bermain.

Total pada musim ini Lamela mengoleksi 1.550 menit bermain dari 33 pertandingan yang dijalaninya di seluruh kompetisi.

Meski di final tidak bermain, mantan punggawa AS Roma itu sangat pantas untuk masuk dalam incaran transfer Bali United mengingat harga Lamela hanya di angka 18 juta euro atau Rp289,88 miliar.

Arturo Vidal

Arturo Vidal adalah pesepakbola berkebangsaan Chile yang sudah malang melintang di klub raksasa Benua Biru. Mengawali karier junior di kesebelasan Colo Colo di Chile, Vidal telah mencicipi Liga Jerman, Italia, hingga yang terbaru di Spanyol bersama Barcelona.

Sepanjang musim ini, Vidal telah mengoleksi 2.744 menit bermain dari 53 kali bermain di seluruh kompetisi dengan sukses mencetak 3 gol dan 7 assist.

Meski usianya sudah kepala tiga, tidak ada ruginya bagi Bali United untuk merekrut Vidal melihat pengalaman dan popularitasnya yang bisa dijadikan benefit bagi manajemen klub.

Jika tertarik memakai jasa Vidal, Bali United harus mergoh kocek senilai 15 juta euro atau senilai Rp241,56 miliar. Namun itu belum termasuk harga yang mungkin akan naik mengingat klub asal Liga Super China turut menggoda sang pemain.

Klaas-Jan Huntelar

Klaas-Jan Huntelaar bisa dikatakan striker mematikan sebelum bergabung dengan Real Madrid pada medio 2009. Sepanjang karirnya di Benua Biru, pria berpostur 1,86 meter ini telah mencetak 347 gol dari 606 pertandingan.

Musim ini, Huntelaar punya kontribusi besar menemani langkah muda punggawa Ajax melaju hingga ke semifinal Liga Champions. Tercatat, pria yang sudah berumur 35 tahun ini menorehkan 23 gol dan 7 assist dari 43 pertandingan di seluruh kompetisi.

Mengingat kedekatan historis Indonesia dan Belanda, Bali United punya peluang besar untuk menggaet penyerang yang saat ini harga pasarnya hanya senilai 1 juta euro atau senilai Rp16,1 miliar.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia