Preview Argentina Vs Kolombia: Semuanya demi Messi

Lionel Messi - Reuters/Agustin Marcarian
15 Juni 2019 21:27 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Beban Argentina untuk mengakhiri paceklik gelar di turnamen besar akan kembali tertumpu pada pundak Lionel Messi pada Copa America 2019.

Messi dibayangi kritik karena belum pernah mempersembahkan trofi bergengsi untuk tim senior Argentina sepanjang kariernya. Tuntutan kepada Messi untuk Argentina terasa wajar jika menengok pencapaiannya di level klub bersama Barcelona.

La Pulga, julukan Messi, memenangi hampir semua trofi bergengsi untuk Barcelona. Sejumlah rekor individu juga berkali-kali dia pecahkan. Cuma, Messi masih berjuang keras mempersembahkan gelar perdananya untuk Argentina di turnamen mayor. Karena itu, tak sedikit yang menyebut Messi tak pantas disandingkan dengan legenda Argentina, Diego Maradona, yang pernah meraih trofi Piala Dunia 1986.

Namun, tidak semua sepakat dengan anggapan Maradona lebih baik ketimbang Messi itu. Salah satunya, mantan striker La Albiceleste, Mario Kempes. Mantan pemain Valencia itu menyebut Messi sebagai pemain terbaik di dunia. Namun, Messi bukanlah superman. Sehingga tidak selayaknya semua beban Argentina ditumpukan kepadanya.

"Poinnya ketika Anda sudah lelah [menanti datangnya gelar], jika mereka [Argentina] kebobolan, itu salah Messi, jika bek membuat kesalahan itu salah Messi, jika segala hal buruk terjadi pada Argentina itu kesalahan Messi. Orang-orang Argentina sangat picik dan egois," jelas Kempes, seperti dilansir marca.com, Jumat (14/6/2019).

Rekan setim Messi di Argentina, Sergio Aguero, pun menyadari beban berat yang dipikul Messi pada Copa America 2019 ini. Dia bahkan mengaku akan berjuang menjuarai Copa America 2019 ini untuk Messi, ketimbang untuk dirinya sendiri. Misi Aguero cs. tersebut akan dimulai dengan melawan Kolombia pada partai pembuka Grup B di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil, Minggu (16/6/2019) pukul 02.00 WIB.

Kolombia bisa dikatakan sebagai kuda hitam di Copa America 2019. Tim polesan Carlos Queiroz tersebut hanya berada satu peringkat di bawah Argentina yang menduduking peringkat ke-12 pada ranking FIFA.

Bukan hanya itu, Kolombia memiliki sederet pemain ofensif jempolan. Di antaranya, Radamel Falcao, James Rodriguez, dan Juan Cuadrado. Selain itu, tim berjuluk Los Cafeteros tersebut memiliki Duvan Zapata di lini depan. Ujung tombak Atalanta tersebut sedang naik daun setelah moncer dengan 23 gol di Seri-A 2018/2019. Ia bahkan mengalahkan rival abadi Messi, Cristiano Ronaldo, untuk menjadi top scorer Seri-A 2018/2019.

Pembuktian

Namun, Messi lebih moncer ketimbang Zapata di level klub musim lalu. La Pulga mendulang 51 gol hanya dalam 50 pertandingan di semua kompetisi untuk Barcelona. Inilah kesempatan Messi untuk membuktikan bahwa kemoncerannya di level klub bisa ditransformasikan ke Argentina.

Argentina tak hanya berambisi mengakhiri paceklik gelar Copa America sejak 2007 alias 26 tahun silam. Mereka juga ingin mengakhiri rasa pedih setelah disingkirkan Chile lewat adu penalti pada partai puncak Copa America dalam dua edisi terakhir. Apalagi sebelum itu, Messi cs. telah menanggung kepedihan karena ditaklukkan Jerman pada partai final Piala Dunia 2014. Sementara pada Piala Dunia 2018, langkah Argentina hanya terhenti di perempat final.

"Copa America sangat penting, tidak peduli digelar di Brasil [rival bebuyutan Argentina] atau di tempat lain. Ini sudah sejak lama sejak Argentina menjuarainya [26 tahun silam]," ujar Messi, seperti dilansir skysport.com.

Sumber : JIBI/Solopos