Launching Tim Persis Solo Diboikot Suporter

Para pemain Persis Solo menjalani latihan perdana selepas libur Lebaran di Lapangan Dibal, Ngemplak, Boyolali, Senin (10/6/2019) sore. - JIBI/Solopos.com/Chrisna Chanis Cara
14 Juni 2019 21:02 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—Kemeriahan dan antusiasme yang biasanya mewarnai launching tim Persis Solo terancam tak terlihat pada musim ini.

Kelompok pendukung Persis Solo, Pasoepati dan Surakartans, kompak tak akan menggelar tur suporter sebagai bentuk protes terhadap launching Persis di Stadion Wilis, Madiun, Minggu (16/6/2019).

Padahal, untuk keperluan launching tersebut panpel di Madiun telah menyiapkan 15.000 tiket untuk laga Persis melawan PSM Madiun.

Stadion Wilis jelas terancam sepi pengunjung jika aksi boikot itu benar-benar diamini hingga suporter akar rumput. Sebagai informasi, Pasoepati sedikitnya mempunyai 20.000 anggota dan simpatisan di Soloraya dan sekitarnya. Sedangkan anggota Surakartans juga diyakini telah mencapai ribuan. Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengatakan DPP bersama Korwil Pasoepati telah satu suara untuk menolak launching Persis di Madiun. Penolakan tersebut dituangkan dalam lima poin sikap organisasi (selengkapnya lihat grafis).

“Sebagai bentuk konkret atas sikap kami, DPP dan korwil tidak membuka tur dan tak menjual tiket presale untuk peluncuran tim di Madiun,” tegas Rio, sapaan akrab Aulia Haryo Suryo, saat dihubungi JIBI, Jumat (14/6/2019).

DPP Pasoepati mempersilakan apabila ada anggota mereka yang berangkat secara pribadi ke Madiun. Namun menurut Rio, DPP Pasoepati tak bertanggung jawab terhadap segala kemungkinan yang dapat terjadi saat perjalanan maupun ketika kegiatan berlangsung. Rio menegaskan sikap yang diambil Pasoepati bukan untuk menggembosi Persis, melainkan agar manajemen segera berbenah dalam mengelola tim.

“Suporter juga salah satu elemen vital tim. Kami mendesak Persis bisa duduk bersama dengan suporter sebelum Liga 2 bergulir,” tegas Rio.

Kelompok pendukung Persis yang tergabung di Surakartans juga tidak membuka tur untuk launching tim di Madiun. Surakartans bahkan merekomendasikan pencinta Persis agar beraktivitas seperti biasa di daerah asal masing-masing.

“Kami harap teman-teman menahan diri untuk tidak ke Madiun. Akhir pekan nanti lebih baik liburan atau berkumpul bersama keluarga,” ujar perwakilan Surakartans, Adith.

Sementara itu, Manajer Persis, Catur Prasetya, menyayangkan aksi boikot yang direncanakan suporter Persis. Menurutnya, aksi tersebut justru kontraproduktif dengan upaya memajukan tim. Pihaknya mendorong semua elemen klub berjalan beriringan agar target promosi ke Liga 1 bisa segera tercapai.

“Jangan sampai kita terkotak-kotak hanya karena masalah launching. Aksi boikot justru bisa merugikan tim secara keseluruhan,” kata dia.

Catur menampik anggapan manajemen selama ini tidak mendengar suara suporter. Dia menegaskan terbuka jika ada diskusi yang melibatkan manajemen, suporter dan elemen terkait. “Silakan dibikin FGD [focus group discussion], kami siap-siap saja asal untuk kebaikan bersama.”

Pada bagian lain, panpel lokal menetapkan harga tiket sebesar Rp20.000 (reguler) dan Rp50.000 (VIP) untuk acara launching serta celebration game Persis versus PSM Madiun. Panitia menyediakan 15.000 tiket untuk acara yang digelar sejak pukul 18.00 WIB tersebut.

Sumber : JIBI/Solopos