Setelah Tertidur Lama, Brasil & Argentina Siap Bangkit

Brasil - Reuters/Axel Schmidt
13 Juni 2019 09:37 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Brasil dan Argentina mendominasi Copa America pada 1989-2007. Dua tim raksasa Amerika Selatan ini menghasilkan tujuh gelar dalam sembilan edisi.

Namun, Brasil dan Argentina seolah sama-sama terlelap di turnamen paling bergengsi di Amerika Selatan tersebut. Kali terakhir Brasil menjuarai Copa America yakni 2007 alias 12 tahun silam. Sedangkan Argentina bahkan tak pernah mencicipi trofi lagi di turnamen ini sejak juara pada 1993, alias 26 tahun silam.

Dua raksasa ini pun mencoba bangun dari tidur lelap mereka saat Copa America 2019 di Brasil, 14 Juni-7 Juli. Dengan materi tim yang menterenng, sejumlah bursa taruhan masih menempatkan Brasil dan Argentina pada posisi dua teratas dalam tabel favorit juara.

Sebagai tuan rumah, Brasil berharap dukungan suporter bisa membantu mereka mengakhiri paceklik gelar di turnamen ini. Namun, hanya selang beberapa hari sebelum tim berjuluk Selecao ini memulai turnamen, mereka mendapat kabar buruk dari Neymar. Sang megabintang dipastikan absen dari turnamen ini karena cedera engkel yang diperolehnya saat mengalahkan Qatar 2-0 pada laga persahabatan di Brasilia, pekan lalu.

Meski begitu, Pelatih Brasil, Tite, tak mau meratapi absennya Neymar. Dia tetap optimis dengan lini depannya. Tite masih bisa mengandalkan sederet penyerang berbahaya, seperti striker Liverpool, Roberto Firmino; penyerang Manchester City, Gabriel Jesus, bomber AC milan, Lucas Paqueta, hingga striker Ajax Amsterdam, David Neres.

"Kami masih punya Gabriel [Jesus] dan Firmino di depan. Mengapa tidak? Kami juga punya Paqueta di sisi kiri serangan [posisi yang biasa diisi Neymar]. Tim ini bertahan karena organisasi tim," ujar Tite, seperti dilansir straitstimes.com, Rabu (12/6/2019).

Tite memanggil winger Chelsea, Willian, untuk mengisi satu slot di skuat Brasil yang kosong karena ditinggalkan Neymar. Selecao tergabung di Grup A dengan tensi persaingan yang relatif mudah, yakni bersama Bolivia, Venezuela, dan Peru. Thiago Silva dkk. bakal membuka kampanye mereka di turnamen ini dengan melawan Bolivia di Estadio Cicero Pompeu de Toledo (Morumbi), Sao Paulo, Sabtu (15/6/2019) pukul 07.30 WIB.

Ambisi Argentina tak kalah besar untuk menuntaskan Copa America 2019 sebagai juara. Maklum, Tim Tango, julukan Argentina, telah puasa gelar di turnamen mayor lebih dari seperempat abad silam. Pencapaian Argentina dalam berapa turnamen mayor terbaru sebenarnya tidak terlalu buruk. Mereka berhasil lolos ke final Copa America 2015 dan 2016, serta Piala Dunia 2014. Namun, Tim Tango selalu finis sebagai runner-up.

Ironisnya, beban kegagalan Argentina itu seolah ditumpahkan kepada satu orang, Lionel Messi. Kebesaran nama Messi di jagat sepak bola memang tak terbantahkan. Dia bahkan disebut alien, karena dinilai tidak ada satu pemain di planet ini yang bisa menandingi kemampuan individunya. Berbagai gelar prestisius dan rekor pribadi juga diborong Messi di level klub.

Namun, bintang Barcelona itu belum pernah mempersembahkan satu pun gelar di turnamen mayor untuk tim senior Argentina. Sahabat sekaligus rekan setim Messi, Sergio Aguero, pun tidak bisa membantah Tim Tango akan melangkah ke Copa America dengan dibayangi "keputusasaan" bintang Barcelona itu meraih gelar pertamanya di tim nasional senior.

"Saya akan lebih tertarik menjuarainya untuk Leo [sapaan Messi] dibandingkan untukku sendiri, karena dia bermain sudah sangat lama dan dia banyak menderita," ujar Aguero, seperti dilansir independent.co.uk.

Namun Brasil dan Argentina bakal mendapatkan perlawanan sengit dari tim-tim lain untuk menjuarai Copa America 2019. Jangan remehkan Chile yang menjuarai turnamen ini secara back-to-back dalam dua edisi terbaru. Selain itu, ada beberapa tim yang diprediksi mampu menorehkan kejutan, salah satunya Peru.

Sumber : JIBI/Solopos