Kalah dari Yordania, Ini Pelajaran yang Dipetik Indonesia

Bek Indonesia Rudolof Yanto Basna (kanan) dan bek kiri Ruben Sanadi (kiri) berswafoto bersama penonton seusai melawan Yordania di Amman, Selasa (11/6/2019). - pssi.org
13 Juni 2019 04:07 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia kalah telak 1-4 kala bertandang ke markas Yordania pada laga uji coba internasional di Stadion King Abdullah II, Amman, Yordania, Selasa (11/6/2019).

Pelatih Indonesia Simon McMenemy mengatakan timnya mendapatkan pelajaran berharga dari kekalahan ini. "Kredit tersendiri untuk Yordania. Mereka tim yang kuat, punya teknis bagus. Ini adalah tim [Yordania] yang sama ketika mengalahkan Australia [di Piala Asia 2019 Januari lalu]. Alasan utama kami ke sini adalah mendapat lawan tim kuat, dan kami dapat itu,” kata Simon McMenemy seusai laga seperti dikutup pssi.org, Rabu (12/6/2019).

“Hari ini, kami semua ingin menang, tapi pemain harus belajar. Ambil pertandingan ini sebagai pengalaman. Harapan kami bisa belajar. Yordania adalah tempat yang susah untuk main. Namun kalau misalnya kami balik ke sini lagi, tentu persiapan akan lebih baik. Kami tahu sejak awal bakal susah,” kata pelatih asal Skotlandia tersebut.

McMenemy optimistis Indonesia akan lebih baik lagi saat menatap laga uji coba selanjutnya melawan Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta,  Sabtu (15/6/2019) akhir pekan ini.

“Masih ada pertandingan di Jakarta. Menuju pertandingan itu kami akan pulang dengan kepercayaan diri. Saya tidak mau bicara kesalahan individu pemain. Saya lebih ingin eror mereka sebagai pembelajaran supaya lebih berkembang,” ujar pelatih berusia 41 tahun tersebut.

Satu-satunya gol Indonesia ke gawang Yornadia dicetak lewat tendangan penalti Alberto Goncalves pada menit ke-86. Yordania mencoba tampil menekan lebih dulu. Ancaman pertama diberikan Yordania melalui sepakan Khalil Bani Ateyah. Namun bola hasil tendangannya masih melambung di atas gawang Indonesia.

Indonesia juga terus memberikan perlawanan. Sepakan Dedik Setiawan di dalam kotak penalti masih melenceng dari gawang Yordania Yordania terus menggempur pertahanan Indonesia yang tampil cukup solid. Sepakan keras Bahaa Faisal dari luar kotak penalti masih bisa ditepis kiper Indonesia, Andritany Ardhiyasa.

Hingga akhirnya, pada menit ke-22 melalui skema tendangan bebas, Bahaa Faisal yang menerima umpan matang di dalam kotak penalti bisa memaksimalkannya menjadi gol dengan tendangan keras kaki kanan. Skor pun berubah 1-0, untuk keunggulan tim tuan rumah.

Indonesia yang mencoba bangkit kesulitan untuk mengembangkan permainan. Para pemain Yordania pun tidak mengendurkan serangan mereka. Bahkan, pada menit ke-42 Yordania yang dilatih Vital Borkelmans berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0, melalui gol yang dilesakkan Ahmad Ersan.

Indonesia mencoba tampil lebih agresif di awal babak kedua. Beberapa serangan melalui sisi sayap coba dilancarkan untuk membongkar pertahanan tim tuan rumah. Namun upaya tersebut masih bisa diredam para pemain Yordania.

Yordania juga terus mencoba menambah gol lagi di laga ini. Mereka beberapa kali mampu kembali memberikan ancaman ke gawang Indonesia. Hingga akhirnya pada menit ke-63, Yousef Al-Rawashdeh berhasil memperbesar keunggulan Yordania lewat tendangan mendatarnya dari luar kotak penalti. Skor pun berubah 3-0.

Indonesia yang sudah melakukan beberapa pergantian pemain terus berusaha untuk menembus pertahanan The Chivalrous.

Ancaman diberikan Dedik melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Tapi bola kembali hanya melenceng ke sebelah kiri gawang Yordania.

Yordania yang tidak mengendurkan serangan mereka kembali berhasil mencetak gol pada menit ke-80. Kali ini tendangan terukur Hamza Al-Dardour yang berhasil mengoyak jala gawang Indonesia. Kedudukan kembali berubah 4-0. Upaya Indonesia akhirnya berbuah gol pada menit ke-86. Adalah tendangan penalti Alberto Goncalves yang berhasil membuat gawang Yordania kebobolan.